Minggu, 16 Agustus 2009

Karlina Yulianava; Putri Indonesia Kalbar 2009

Dinobatkan sebagai Putri Indonesia Kalbar 2009, Sabtu (25/7) malam, menjadi momen tidak terlupakan bagi Karlina Yulianava. Ia dapat mewakili tanah kelahirannya di tingkat nasional. Selain itu, penobatan menjadi hadiah teristimewa bagi gadis kelahiran Pontianak, 25 Juli 1986 itu.

PUTRI pasangan Sulianto Guno dan Yuli Sugiwati sudah cukup lama meninggalkan Pontianak untuk studi. Kerinduannya akan kuliner, membuat Karlina kembali ke Pontianak. Kuliner seperti ayam kampung Pak Sueb, cai kue, mie ouki, nasi Akuang dan American Fried Chicken. Ia pun telah menyelesaikan S1 Ilmu Komunikasi di London School di 2008.

Gadis berwajah oriental ini wakil dari Kota Pontianak. Walau sempat down dan tidak percaya diri di pertengahan kompetisi, Kei, panggilan akrabnya, mampu memukau para juri. Ia menyisihkan perwakilan kabupaten/kota lain dengan nilai total tertinggi, 450.

“Kedepannya, saya sangat berharap dukungan dari media dan masyarakat. Dukungan semua pihak sangat berpengaruh pada pencapaian ditingkat nasional nanti,” katanya, pada konferensi pers Putri Indonesia di Hotel Orchadz kemarin (27/7).

Kei bakal mempelajari tari daerah sebagai bekal pertarungan tingkat nasional. Ia juga memperdalam berbagai ilmu tentang Kalbar. Diakuinya walau dari 2001 ia telah ke Jakarta, ia tetap mengenal Kalbar. Kepindahannya ke Jakarta, karena mengikuti usaha orangtua. TK-SMP ia habiskan di Pontianak, sementara SMA dan kuliah di Jakarta. Diantaranya, TK Kecil Maranatha, TK Besar Kanisius, SD-SMP Suster, SMA Pusaka I Jakarta dan London School.

Anak pertama dari empat bersaudara itu memiliki banyak hobi, seperti membaca, berenang, jalan-jalan, nonton, film dan mendengar musik. Hobi membaca yang banyak membantunya mengenal Kalbar. Lahir dari orangtua gado-gado membuatnya menguasai banyak bahasa. Ayah Tionghoa, ibu campuran Jawa, Belanda dan Dayak. Setidaknya empat bahasa yang dikuasai Kei, yaitu Melayu, Tio Ciu, Indonesia dan Inggris.

Sebagai perwakilan Kalbar, Kei bakal dikarantina di Jakarta 30 September-9 Oktober 2009. Itu sesuai dengan jadwal Miss Universe. Wisnu Wardana, Ketua Tim Juri pewakilan dan Yayasan Putri Indonesia menyampaikan, penilaian pemenang tidak selalu berpatokan pada 3B, yaitu beauty, behaviour dan brain.

“Penilaian di Jakarta nanti juga tidak akan terlepas dari 3B ini, hanya saja kriterianya lebih tinggi. Kalau ditingkat provinsi ada beberapa hal yang kita tolerir, seperti tinggi badan,” ujarnya GM HRD Mustika Ratu itu.

Jika berhasil menjadi Putri Indonesia di Jakarta, Kei bakal mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2010. Kei pun menjadi ambassador Mustika Ratu yang bakal mempromosikan Mustika Ratu selama satu tahun. Hal serupa dialami runner up I dan II, hanya skala kegiatan yang bakal diikuti saja yang berbeda.

Runner up I Felice Noviana menjadi pengganti Putri Indonesia Kalbar jika Kei berhalangan, sakit misalnya. Sementara runner up II Viviani Rosmala bakal mengikuti event lokal Mustika Ratu. Tapi intensitasnya tergantung keaktifan perwakilan Mustika Ratu di masing-masing daerah. Vivian juga dinobatkan sebagai Putri Berbakat. Sedangkan, Putri Favorit diraih Regula Maryeti Sandra, Putri Fotogenik Nidia ar-Alqadrie, Putri Persahabatan Trisye Lahabu dan Putri Intelengensia Legina Lestari. (*)

Tidak ada komentar: