Made Frans
DIABADIKAN: Albert Yaputra dan Subur
Budhisantoso diabadikan bersama pengurus yayasan, kepala sekolah, guru,
dan 129 siswa/i SMA Kristen Abdi Wacana.
Pontianak Post, 21 Oktober 2013
ANGGOTA DPR RI dari Fraksi Demokrat Albert Yaputra SSos MIkom kembali menyerahkan bantuan siswa miskin (BSM) dari pemerintah secara simbolis bagi 129 siswa/i SMA Kristen Abdi Wacana, Jl Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (19/10). “BSM ini sangat-sangat membantu siswa agar terus bersekolah hingga tamat,” ujar Anita Ida Karolina SPd, Kepala SMAK Abdi Wacana.
Pontianak Post, 21 Oktober 2013
ANGGOTA DPR RI dari Fraksi Demokrat Albert Yaputra SSos MIkom kembali menyerahkan bantuan siswa miskin (BSM) dari pemerintah secara simbolis bagi 129 siswa/i SMA Kristen Abdi Wacana, Jl Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (19/10). “BSM ini sangat-sangat membantu siswa agar terus bersekolah hingga tamat,” ujar Anita Ida Karolina SPd, Kepala SMAK Abdi Wacana.
Menurutnya banyak siswa/i di sekolahnya dari keluarga pra
sejahtera di luar daerah. Tidak sedikit siswa/i yang harus bekerja untuk bisa
membayar uang sekolah. “Mereka biasa ikut orang, bantu di rumah tangga atau di
pasar. Meski demikian, puji Tuhan, belum ada anak kami yang putus sekolah
karena tidak mampu. Berbagai upaya kami usahakan agar mereka bisa tamat SMA,”
katanya.
Ia menambahkan, 129 siswa/i penerima BSM, 56 diantaranya
dari kelas XII dan siswanya dari kelas XI. Siswa/i kelas XII menerima BSM Rp1
juta, sedangkan kelas XI menerima BSM Rp500 ribu. “Dari 129 yang diajukan
sekolah, disetujui semua dapat BSM,” timpal Albert. Dalam kegiatan tersebut,
Albert mengajak serta Prof Subur Budhisantoso, pendiri Partai Demokrat. Subur
sempat memberikan pesan bagi para siswa di atas podium.
Ia berharap, BSM dari pemerintah bisa membantu para siswa,
terutama untuk membayar biaya sekolah dan keperluan pendidikan mereka. Para
siswa harus rajin belajar agar bisa lanjut ke sarjana. “Hampir tiap minggu, saya
ke Kalimantan Barat. Senin-Jumat, ikut jadwal rapat di DPR. Jumat sore atau
Sabtu saya sudah di sini. Sudah banyak sekolah yang kami serahkan simbolis BSM
di Kalbar. Minggu lalu, sudah di Bengkayang, Singkawang, dan Siantan. Nanti
menyusul di Sambas, Putusibau, Pemangkat, dan beberapa daerah lain,” jelasnya.
Usai penyerahan simbolis, Sabtu sore, Albert meresmikan
posko dirinya di Jl Tanjung Pura (samping Hotel Orien), Pontianak. Peresmian
posko dihadiri Prof Subur Budhisantoso, Wakil Ketua Demokrat Kalbar, Ketua
Demokrat Kota Pontianak, serta para dewan dan caleg Demokrat se-Kalbar. “Kami
harap dengan adanya posko ini bisa lebih baik dari 2009. secara resmi posko ini
terbuka untuk partai Demokrat. Jika Demokrat menang, para kadernya juga akan
terpilih,” ujar Albert.
Selain itu, posko juga ditujukan untuk menyerap aspirasi masyarakat
Kalbar. “Memang intinya posko pemenangan, tapi kami tetap terima aspirasi
rakyat. Bila ada aspirasi positif yang ingin titipkan ke kami untuk dibawa ke
Jakarta. Bisa juga aspirasinya diserap dewan Demokrat di provinsi maupun
kabupaten/kota. Mereka bisa bantu tangani,” katanya.
Pendirian posko mendapat aspirasi positif Prof Subur
Budhisantoso, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang telah membawa Susilo
Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI. “Posko ini bisa menjadi sarana penunjang
komunikasi sosial. Sebagai usaha untuk mengadakan bukan hanya interaksi tapi juga
menimbulkan social influence yang mencerminkan perubahan sikap dan pola tingkah
laku pada Pemilu 2014,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan posko akan lebih efektif jika para
individunya mengejar bola daripada menunggu bila. “Posko ini bukan semata-mata
untuk menunggu bola, tapi menjadi sarana di mana rakyat tahu menyalurkan
aspirasi dan harapan mereka,” pungkas pakar antropologi sosial politik ini. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar