Minggu, 20 Oktober 2013

Albert Yaputra Kembali Serahkan BSM

Made Frans
DIABADIKAN: Albert Yaputra dan Subur Budhisantoso diabadikan bersama pengurus yayasan, kepala sekolah, guru, dan 129 siswa/i SMA Kristen Abdi Wacana.


Pontianak Post, 21 Oktober 2013  
ANGGOTA DPR RI dari Fraksi Demokrat Albert Yaputra SSos MIkom kembali menyerahkan bantuan siswa miskin (BSM) dari pemerintah secara simbolis bagi 129 siswa/i SMA Kristen Abdi Wacana, Jl Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (19/10). “BSM ini sangat-sangat membantu siswa agar terus bersekolah hingga tamat,” ujar Anita Ida Karolina SPd, Kepala SMAK Abdi Wacana.
Menurutnya banyak siswa/i di sekolahnya dari keluarga pra sejahtera di luar daerah. Tidak sedikit siswa/i yang harus bekerja untuk bisa membayar uang sekolah. “Mereka biasa ikut orang, bantu di rumah tangga atau di pasar. Meski demikian, puji Tuhan, belum ada anak kami yang putus sekolah karena tidak mampu. Berbagai upaya kami usahakan agar mereka bisa tamat SMA,” katanya.
Ia menambahkan, 129 siswa/i penerima BSM, 56 diantaranya dari kelas XII dan siswanya dari kelas XI. Siswa/i kelas XII menerima BSM Rp1 juta, sedangkan kelas XI menerima BSM Rp500 ribu. “Dari 129 yang diajukan sekolah, disetujui semua dapat BSM,” timpal Albert. Dalam kegiatan tersebut, Albert mengajak serta Prof Subur Budhisantoso, pendiri Partai Demokrat. Subur sempat memberikan pesan bagi para siswa di atas podium.
Ia berharap, BSM dari pemerintah bisa membantu para siswa, terutama untuk membayar biaya sekolah dan keperluan pendidikan mereka. Para siswa harus rajin belajar agar bisa lanjut ke sarjana. “Hampir tiap minggu, saya ke Kalimantan Barat. Senin-Jumat, ikut jadwal rapat di DPR. Jumat sore atau Sabtu saya sudah di sini. Sudah banyak sekolah yang kami serahkan simbolis BSM di Kalbar. Minggu lalu, sudah di Bengkayang, Singkawang, dan Siantan. Nanti menyusul di Sambas, Putusibau, Pemangkat, dan beberapa daerah lain,” jelasnya.
Usai penyerahan simbolis, Sabtu sore, Albert meresmikan posko dirinya di Jl Tanjung Pura (samping Hotel Orien), Pontianak. Peresmian posko dihadiri Prof Subur Budhisantoso, Wakil Ketua Demokrat Kalbar, Ketua Demokrat Kota Pontianak, serta para dewan dan caleg Demokrat se-Kalbar. “Kami harap dengan adanya posko ini bisa lebih baik dari 2009. secara resmi posko ini terbuka untuk partai Demokrat. Jika Demokrat menang, para kadernya juga akan terpilih,” ujar Albert.
Selain itu, posko juga ditujukan untuk menyerap aspirasi masyarakat Kalbar. “Memang intinya posko pemenangan, tapi kami tetap terima aspirasi rakyat. Bila ada aspirasi positif yang ingin titipkan ke kami untuk dibawa ke Jakarta. Bisa juga aspirasinya diserap dewan Demokrat di provinsi maupun kabupaten/kota. Mereka bisa bantu tangani,” katanya.
Pendirian posko mendapat aspirasi positif Prof Subur Budhisantoso, mantan Ketua Umum Partai Demokrat yang telah membawa Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI. “Posko ini bisa menjadi sarana penunjang komunikasi sosial. Sebagai usaha untuk mengadakan bukan hanya interaksi tapi juga menimbulkan social influence yang mencerminkan perubahan sikap dan pola tingkah laku pada Pemilu 2014,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan posko akan lebih efektif jika para individunya mengejar bola daripada menunggu bila. “Posko ini bukan semata-mata untuk menunggu bola, tapi menjadi sarana di mana rakyat tahu menyalurkan aspirasi dan harapan mereka,” pungkas pakar antropologi sosial politik ini. (*)

Tidak ada komentar: