Jumat, 14 Februari 2014

Akbid Aisyiyah Gelar Praktek Kebidanan Komunitas di Punggur Kecil



 
MADE FRANS
Akbid Aisyiyah Pontianak menggelar posyandu gabungan dan pengobatan gratis dalam praktek kebidanan komunitas di Desa Punggur Kecil.


 Pontianak Post, 8 Januari 2014
AKADEMI Kebidanan Aisyiyah Pontianak menggelar Praktek Kebidanan Komunitas (PKK) di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, selama dua minggu, sejak 30 Desember 2013. Puncak dari PKK tersebut, digelar posyandu gabungan dan pengobatan gratis di Kantor Kepala Desa Punggur Kecil, Selasa, 07 Januari 2014.
Dwi Siti Rahayu, dosen pembimbing dan ketua PKK Akbid Aisyiyah menyatakan, tahun lalu praktek kebidanan komunitas digelar di Sungai Rengas. “Kenapa sekarang kami pilih Punggur Kecil, karena dilihat dari letaknya strategis, berbatasan langsung dengan Kota Pontianak,” ujarnya.
Praktek Kebidanan Komunitas diikuti 113 mahasiswa semester V Akbid Aisyiyah. Salah satu syarat PKK, harus terjun ke lapangan. Pertama, mahasiswa mengumpulkan data dan masalah pada tiap RT/RW, 30 Desember 2013 – 2 Januari 2014. Dilanjutkan, lokakarya mini dan presentasi data yang ditemukan.
“Sebagai salah satu solusi masalah yang ada, kami gelar posyandu balita dan ibu hamil, serta pengobatan gratis ini. Ada tiga dokter dibantu perawat dan bidan puskesmas. Sekitar 300 pasien ditangani hari ini, keluhannya hipertensi, ISPA, demam, dll,” katanya.
Kegiatan tersebut disambut positif dan antusias masyarakat Punggur Kecil. “Terima kasih sudah adakan di tempat kami. Ini langsung menyentuh ke masyarakat kami, yang belum bisa dilakukan instansi dan universitas lain,” ujar Adi Kusumajaya, Kepala Desa Punggur Kecil.
Ia sendiri tidak menyangka, posyandu gabungan dan pengobatan gratis yang digelar Akbid Aisyiyah bisa ramai diikuti warga. Ia berharap, kegiatan serupa dijadwalkan rutin di Desa Punggur Kecil. “Ini sangat menyentuh, apalagi datangkan dokter ke sini,” katanya. Ia menceritakan, Desa Punggur Kecil dengan 3.000-an kepala keluarga (lebih dari 11.000 jiwa), hanya memiliki satu puskesmas, polindes, dan puskesmas pembantu. Puskesmas hanya memiliki satu dokter dan harus melayani dua desa lain yang penduduknya 25.000-an jiwa.
Karenanya, PKK yang digelar Akbid Aisyiyah dirasakan sangat bermanfaat. Pihak desa pun menjadi tahu kondisi kesehatan para warganya, terutama kesehatan ibu dan anak. “Sebelumnya sudah kami data, tapi belum maksimal. Pendataan dari Akbid Aisyiyah sudah cakup lima dusun di kami,” ujarnya. (d1/ser)

Tidak ada komentar: