MADE FRANS
Akbid Aisyiyah Pontianak menggelar posyandu gabungan dan pengobatan gratis dalam
praktek kebidanan komunitas di Desa Punggur Kecil.
Pontianak Post, 8 Januari 2014
AKADEMI Kebidanan Aisyiyah Pontianak menggelar Praktek
Kebidanan Komunitas (PKK) di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten
Kubu Raya, selama dua minggu, sejak 30 Desember 2013. Puncak dari PKK tersebut,
digelar posyandu gabungan dan pengobatan gratis di Kantor Kepala Desa Punggur
Kecil, Selasa, 07 Januari 2014.
Dwi Siti Rahayu, dosen pembimbing dan ketua PKK Akbid
Aisyiyah menyatakan, tahun lalu praktek kebidanan komunitas digelar di Sungai
Rengas. “Kenapa sekarang kami pilih Punggur Kecil, karena dilihat dari letaknya
strategis, berbatasan langsung dengan Kota Pontianak,” ujarnya.
Praktek Kebidanan Komunitas diikuti 113 mahasiswa semester V
Akbid Aisyiyah. Salah satu syarat PKK, harus terjun ke lapangan. Pertama,
mahasiswa mengumpulkan data dan masalah pada tiap RT/RW, 30 Desember 2013 – 2
Januari 2014. Dilanjutkan, lokakarya mini dan presentasi data yang ditemukan.
“Sebagai salah satu solusi masalah yang ada, kami gelar posyandu
balita dan ibu hamil, serta pengobatan gratis ini. Ada tiga dokter dibantu
perawat dan bidan puskesmas. Sekitar 300 pasien ditangani hari ini, keluhannya
hipertensi, ISPA, demam, dll,” katanya.
Kegiatan tersebut disambut positif dan antusias masyarakat
Punggur Kecil. “Terima kasih sudah adakan di tempat kami. Ini langsung
menyentuh ke masyarakat kami, yang belum bisa dilakukan instansi dan
universitas lain,” ujar Adi Kusumajaya, Kepala Desa Punggur Kecil.
Ia sendiri tidak menyangka, posyandu gabungan dan pengobatan
gratis yang digelar Akbid Aisyiyah bisa ramai diikuti warga. Ia berharap, kegiatan
serupa dijadwalkan rutin di Desa Punggur Kecil. “Ini sangat menyentuh, apalagi
datangkan dokter ke sini,” katanya. Ia menceritakan, Desa Punggur Kecil dengan
3.000-an kepala keluarga (lebih dari 11.000 jiwa), hanya memiliki satu
puskesmas, polindes, dan puskesmas pembantu. Puskesmas hanya memiliki satu
dokter dan harus melayani dua desa lain yang penduduknya 25.000-an jiwa.
Karenanya, PKK yang digelar Akbid Aisyiyah dirasakan sangat
bermanfaat. Pihak desa pun menjadi tahu kondisi kesehatan para warganya,
terutama kesehatan ibu dan anak. “Sebelumnya sudah kami data, tapi belum
maksimal. Pendataan dari Akbid Aisyiyah sudah cakup lima dusun di kami,”
ujarnya. (d1/ser)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar