Senin, 12 Januari 2009

Pagi Mencekam di Rumahku

‘Ular-ular’

Ibuku menjerit, dari nadanya ia sangat ketakutan. Aku tidak merespos dengan cepat. Aku tidak mendengarnya dengan jelas. Saat itu kepalaku masih berat untuk berpisah dengan bantal.

”Ular,” kataku dalam hati

Aku bergegas bangun dari tempat tidur. Kulihat jam didinding sudah pukul 05.45. Aku langsung keluar kamar. Sudah ada ayah dan dua adikku di dekat pintu samping. Begitu melihat keluar halaman, ibuku sudah membatu dekat pagar teras.

“Tutup pintunya, cepat. Ular di dekat pintu,” pekiknya dengan suara bergetar.
Segera kututup pintu samping. Lalu kulihat dari kaca-kaca ada ular sawah besar sedang tidur. Ia diam di sela-sela tempayan dekat aquarium. Tiba-tiba saja aku menggigil, ketakutan.
”Sudah Mama cepat turun, tutup pagarnya,” teriak ayahku.

Aku segera ke kamar mandi, mencuci muka. Langsung ke depan lewat pintu belakang, ku susul ibuku di depan. Ayah dan dua adikku juga sudah di halaman. Bibiku sibuk mencari kayu untuk memukul ular itu. Ia memang berani, walaupun tidak bisa melafalkan bahasa indonesia dengan baik. Sudah lebih dari tiga ular sudah ia bantai, saat masuk ke halaman rumah.

”Suruh dia jangan macam-macam ularnya besar,”

Bibiku sangat marah karenanya tiga ayamnya hilang. Dia yakin ular itu yang makan.
Saat itu tetangga sudah berdatangan. Empat orang menuju ular itu. Pak lelong, Pak Mun, Pak Amat dan Pak Riyad. Mereka menyingkirkan dulu guci yang menutupi ular itu. Dengan berani Pak Riyad mengambil ular itu. Tangan kanannya memegang kepala, yang kiri memegang ekornya.

”Karung. Cepat ambil karung,”

Dengan cepat aku dan bibiku mencari karung. Satu karung ku berikan ke Pak Amat.

”Terlalu kecil. Ambil yang lebih besar,” katanya.

Selama aku mencari karung yang lebih besar. Ular itu makin kuat melilit tangan Pak Riyad. Panjangnya hampir tiga meter, dengan badan sebesar lengan remaja.

”Ini karungnya,” kataku.

Pak Riyad segera memasukkan ularnya. Dengan sangat kesusahan ia memasukkan ular itu. Dibantu Pak Amat. Lebih dari lima menit baru dia bisa memasukkannya.

Tidak ada komentar: