Minggu, 09 Agustus 2009

Fogging Gratis MABT Kalbar

PENYAKIT DBD masih menghantui wilayah Pontianak dan sekitarnya. Jumlah pasien DBD dari awal Juli 2009 mencapai 68 orang, sementara total pasien di Juni hingga 101 orang. Penyebaran penyakit DBD yang masih membahayakan membuat MABT Kalbar melakukan fogging gratis.

Menurut Ketua Umum MABT Kalbar Harso Utomo Suwito, aktivitas itu telah dilakukan pihaknya dari beberapa bulan sebelumnya. Hingga saat ini MABT telah melakukan fogging gratis pada 30 tempat di Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Belum lama ini pihaknya melakukan fogging pada 10 RT di Parit Tengkorak.

Ia menegaskan, penyemprotan yang dilakukan MABT tidak menarik bayaran sedikit pun. Ia tidak memungkiri ada beberapa pihak yang menarik bayaran untuk itu. “Kalau ada pihak yang melakukan fogging atasnama MABT dan menarik pembayaran harap disampaikan ke saya. Karena dari awal fogging kami tidak pernah menarik bayaran,” ujarnya di Pontianak, Minggu (9/8).

Disampaikannya jika ada masyarakat yang ingin mendapat fogging gratis dari MABT dapat langsung menghubungi sekretariatnya. Masyarakat dapat menemui Dianto, Barnabas atau Tuti di sekretariat MABT Jalan Nusa Indah Baru.

“Saya masih mencari obat fogging mudah-mudahan besok sudah ada, karena sebelumnya kami kehabisan obat fogging di pasar,” katanya.

Sementara itu, terkait bencana kebakaran yang sering terjadi Pontianak akhir-akhir ini, ia mendukung pembentukan posko bantuan korban. Menurutnya, pembentukan posko terkadang lebih baik dilakukan pihak RT sekitar TKP kebakaran. Mereka dianggap lebih mengetahui keadaan korban.

Meskipun demikian, dikatakannya, pembentukan posko bantuan dapat dilakukan siapa saja dan pihak manapun. Jika ada lebih dari satu pihak yang membuat posko, akan lebih baik bekerjasama. Hal itu dapat mempermudah penyaluran bantuan bagi korban dan keluarganya.

“Penyaluran bantuan pun harus benar-benar diawasi. Sebisa mungkin penyalurannya harus jujur, transparan, akuntabel dan kredibel. Supaya tepat sasaran dan efektif bagi keluarga korban,” katanya.

Disamping itu pada kebakaran 21 rumah di Pontianak belum lama ini, MABT telah mendata surat administrasi korban seperti KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran/Perkawinan, BPKB dan STNK. Pihaknya membantu mengurus kembali surat-surat itu. MABT juga membantu kerugian korban lainnya, termasuk seragam dan buku sekolah. “Saya tidak ingat persis jumlahnya, tapi data lengkap surat yang harus diurus dan bantuan lain ada di sekretariat,” ujarnya.

Diharapkannya, posko bantuan dapat menciptakan kesetiakawanan para dermawan di Pontianak dan sekitarnya, terutama mereka yang mampu dan berkelebihan. Bantuan dapat menciptakan kesetiakawanan sosial. “Kalau berkaitan dengan kerja sosial, kami berusaha bekerja dengan ikhlas dan tidak ingin mengedepankan kepentingan pribadi atau golongan,” tegasnya.

Tidak ada komentar: