Arus barang di Pelabuhan Pontianak mendekali puasa tahun ini belum menunjukkan peningkatan. Padahal tahun sebelumnya peningkatan telah terlihat satu bulan menjelang puasa. Walau peningkatan yang terjadi sekitar 10 persen, jumlah itu termasuk besar untuk arus bongkar muat pelabuhan. “Puasa sudah dekat, tapi saya tidak tahu apa penyebabnya, hingga saat ini arus barang di pelabuhan masih flat,” kata Kartiko Yuwono, Manager Terminal Peti Kemas PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II di kantornya, Jumat (7/8).
Ditambahkannya, tidak pernah ada pelakuan khusus bongkar muat menjelang puasa atau hari besar lainnya. Aktivitas pelabuhan berjalan seperti biasa dengan memaksimalkan kemampuan alat bongkar muat setiap harinya. Dipastikannya pula, tidak ada recana perbaikan berskala besar peralatan bongkar muat dalam waktu dekat. Jika memang diperlukan, pihaknya bakal menginformasikan hal itu pada penguna jasa 1-2 minggu sebelumnya. “Hingga saat ini peralatan yang ada masih baik, meskipun begitu saya tetap berharap semua aktivitas bongkar muat tetap normal menjelang puasa dan Idul Fitri,” ujarnya.
Sementara untuk aktivitas bongkar muat, dikatakannya, rata-rata 10.500-11.000 peti kemas dikerjakan terminal peti kemas tiap bulannya. Sedangkan untuk arus masuk kapal, bersifat fluktuatif. Ada saat dimana hanya satu dua kapal yang masuk, bisa pula langsung masuk kapal berduyun-duyun. “Kita paling banyak melayani bongkar muat antar pulau, kalau dari negeri lain paling Singapura. Itu pun kecil sekitar 7% saja,” katanya.
Disamping itu, Humas Pelindo II Kurnia Jaya menegaskan, pelayanan pelabuhan semakin ditingkatkan dengan penambahan alat berat untuk bongkar muat. Belum lama ini mereka membeli super stacker dan chasis. Perbaikan peralatan yang mengalami kerusakan pun dilakukan secepatnya. “Container Crane kami yang beberapa waktu lalu rusak sudah diperbaiki. Hari ini (kemarin) sudah berfungsi normal. Perbaikan pun tidak lebih dari 10 hari,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan Pelindo didorong bertambahnya saingan. Pemerintah telah mengizinkan swasta membuka pelabuhan sendiri, seperti pelabuhan Krakatau Stell. Pengingkatan juga dipucu perubahan visi Pelindo yang mengutamakan pengguna jasa.
Disampaikannya pula, keadaan ekonomi makro sangat berpengaruh pada arus masuk kapal dan barang ke pelabuhan. Hal itu sangat dirasakan Pelindo II saat krisis ekonomi menghantam. Hingga Juni 2009 kunjungan kapal baru 1.300 unit atau sekitar 216 kapal perbulan. Padahal pada 2008 mencapai 3.195 unit atau sekitar 266 kapal perbulan.
Sedangkan, realisasi arus barang hingga Juni 2009 sampai 1.711.981 ton atau sekitar 285.330 ton tiap bulannya. Pada 2008 mencapai rata-rata 352.820 ton tiap bulannya atau total 4.233.845 ton meningkat dari tahun sebelumnya 4.118.164 ton.
Ditambahkannya, tidak pernah ada pelakuan khusus bongkar muat menjelang puasa atau hari besar lainnya. Aktivitas pelabuhan berjalan seperti biasa dengan memaksimalkan kemampuan alat bongkar muat setiap harinya. Dipastikannya pula, tidak ada recana perbaikan berskala besar peralatan bongkar muat dalam waktu dekat. Jika memang diperlukan, pihaknya bakal menginformasikan hal itu pada penguna jasa 1-2 minggu sebelumnya. “Hingga saat ini peralatan yang ada masih baik, meskipun begitu saya tetap berharap semua aktivitas bongkar muat tetap normal menjelang puasa dan Idul Fitri,” ujarnya.
Sementara untuk aktivitas bongkar muat, dikatakannya, rata-rata 10.500-11.000 peti kemas dikerjakan terminal peti kemas tiap bulannya. Sedangkan untuk arus masuk kapal, bersifat fluktuatif. Ada saat dimana hanya satu dua kapal yang masuk, bisa pula langsung masuk kapal berduyun-duyun. “Kita paling banyak melayani bongkar muat antar pulau, kalau dari negeri lain paling Singapura. Itu pun kecil sekitar 7% saja,” katanya.
Disamping itu, Humas Pelindo II Kurnia Jaya menegaskan, pelayanan pelabuhan semakin ditingkatkan dengan penambahan alat berat untuk bongkar muat. Belum lama ini mereka membeli super stacker dan chasis. Perbaikan peralatan yang mengalami kerusakan pun dilakukan secepatnya. “Container Crane kami yang beberapa waktu lalu rusak sudah diperbaiki. Hari ini (kemarin) sudah berfungsi normal. Perbaikan pun tidak lebih dari 10 hari,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan Pelindo didorong bertambahnya saingan. Pemerintah telah mengizinkan swasta membuka pelabuhan sendiri, seperti pelabuhan Krakatau Stell. Pengingkatan juga dipucu perubahan visi Pelindo yang mengutamakan pengguna jasa.
Disampaikannya pula, keadaan ekonomi makro sangat berpengaruh pada arus masuk kapal dan barang ke pelabuhan. Hal itu sangat dirasakan Pelindo II saat krisis ekonomi menghantam. Hingga Juni 2009 kunjungan kapal baru 1.300 unit atau sekitar 216 kapal perbulan. Padahal pada 2008 mencapai 3.195 unit atau sekitar 266 kapal perbulan.
Sedangkan, realisasi arus barang hingga Juni 2009 sampai 1.711.981 ton atau sekitar 285.330 ton tiap bulannya. Pada 2008 mencapai rata-rata 352.820 ton tiap bulannya atau total 4.233.845 ton meningkat dari tahun sebelumnya 4.118.164 ton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar