Minggu, 09 Agustus 2009

Kalbar Pasar Utama Produk UKM Jateng

Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara Jiran dijadikan pasar utama produk UKM Jawa Tengah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah sampai melakukan dua kali misi dagang ke Kalbar. Indicator itu terlihat pada misi dagang pertama mereka pada 2001.

“Di misi dagang pertama kami membuka stand empat hari di Matahari Mal. Baru dua hari, dagangan sudah habis, sampai ada pedangan batik yang harus terbang kembali ke Jateng hanya untuk memenuhi permintaan batik di sini,” ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Jateng ditemui pada temu usaha di Hotel Merpati Pontianak, Kamis (6/8) sore.

Ditambahkannya, misi dagang disperindag datang bersama 10 pelaku UKM lokal Jateng dan enam pendamping. Mereka membawa produk unggulan berupa batik, serta makanan khas seperti jenang mubarok dan aneka kripik. Produk-produk itu mulai dipamerkan di stand Mega Mal hari ini.

“Ini memang khusus untuk memperluas pasar produk unggulan Jateng, setidaknya sudah sembilan kali dilakukan semasa kepemimpinan saya. Totalnya sudah setengah dari 33 provinsi di Indonesia kami masuki. Pendanaannya dari pemda Jateng dan Pekalongan, tapi kami juga meminta andil dari pedagang,” jelasnya.

Kabid Disperindag Kalbar Muhammad Yusuf menyampaikan, Kalbar juga telah melakukan misi dagang ke provinsi lain. Tapi, misi dagang yang dilakukan tidak selama misi Dagang dari Jateng. Jika Jateng dapat sampai satu minggu, Kalbar masih setengahnya atau sekitar dua hari.

“Kami bahkan telah memiliki stand di Bali, khusus untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Kalbar,” ujarnya pada temu usaha disperindag dan pedangan Jateng-Kalbar kemarin.

Sementara itu, disampaikannya potensi Kalbar berkaitan erat dengan berbatasan dengan wilayah Kuching Malaysia. Ini kenapa pasar Kalbar baik, secara lokal dan internasional. “Kalau ada pedagang Jawa Tengah yang ingin berusaha di daerah perbatasan, kami siap melayani,” katanya.

Disamping itu, Pimpinan BI Cabang Pontianak Samasta Pradhana yang juga hadir di sana menyatakan, BI dapat saja mengintermediasi pengajuan kredit usaha UKM Kalbar. Tapi, harus ada kejelasan pasar produk olahan mereka terlebih dulu. “Kalau bisa saya ingin produk olahan Kalbar dikenal se-nusantara, seperti produk olahan Jateng,” pungkasnya.

Tidak ada komentar: