Minggu, 20 Oktober 2013

Jamsostek Kalbar Berkurban


















Pontianak Post, 19 Oktober 2013
PT Jamsostek (Persero) cabang Kalimantan Barat berkurban dalam momen Iduladha 1434 Hidjriah. Satu ekor sapi dipotong di halaman samping Kantor Cabang PT Jamsostek (Persero) Kalbar, Jl Ahmad Yani, Pontianak, Jumat, 18 Oktober 2013, pagi. Daging sapi  dibagikan untuk warga Kota Pontianak dan sekitarnya.
“Jamsostek berkurban ini bagian dari bentuk kepedulian kami dengan masyarakat sekitar. Kami berbagi dalam momen iduladha, mencoba menjalin silaturahmi dengan stakeholder Jamsostek di Kalbar, khususnya Pontianak. Kebetulan saya baru menjabat sebagai kepala kantor per 1 Oktober dan mulai efektif bertugas setelah lebaran kurban ini,” kata Novias Dewo, Kepala Cabang PT Jamsostek (Persero) Kalbar di ruangannya, kemarin.
Sebagai pejabat baru, Dewo berencana melakukan roadshow ke SKPD se-Kalbar. “Mohon dukungannya, roadshow sedang kami jadwakan,” ujarnya. Ia berharap seluruh perusahaan dan pengusaha yang mengikutkan pekerjanya dalam program Jamsostek. Karena selain ini sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah, pengusaha dapat memindahkan resiko hubungan kerja.
“Jika terjadi kasus resiko hubungan kerja pada karyawan yang belum diikutkan program Jamsostek, pengusaha tidak hanya menanggung biaya akibat resiko. Pengusaha juga dikenakan sanksi pidana, denda Rp50 juta dan kurungan badan enam bulan, sesuai aturan,” katanya.
Ia juga menghimbau pengusaha jasa konstruksi, khususnya yang mengerjakan proyek pemerintah. “Harap semua pekerjanya didaftarkan ke program Jamsostek. Disamping diwajibkan Undang-undang, juga kurangi resiko pengusaha,” ujarnya.
Terkait transformasi Jamsostek menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2014, Jamsostek terus melakukan penguatan organisasi. Pihaknya lebih intensif mensosialisasikan dan melaksanakan UU BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami berterimakasih kepada Bapak Gubernur dan Wali Kota / Bupati yang telah memberi dukungan pelaksanan program Jamsostek. Tanpa dukungan pemerintah daerah, Jamsostek tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Ia menyampaikan, kepesertaaan Jamsostek di Kalbar per September 2013 mencapai 1.950 perusahan dengan 150.026 tenaga kerja. Selain tenaga kerja formal, Jamsostek juga menyentuh masyarakat informal, seperti supir angkot dan ojek, serta pedagang pasar dengan jumlah kepesertaan 3.771 jiwa. Jamsostek Kalbar telah membayarkan total Rp59,6 miliar (Jan – Sep 2013) untuk klaim JKK 529 kasus, JKM 180 kasus, JPK 42.275 kasus, dan JHT 6.589 kasus.  “Untuk yang informal, mereka masuk kepesertaan Jamsostek secara pribadi. Prosedur dan hak yang diterima sama dengan pekerja formal,” pungkasnya. (d1/ser)

Tidak ada komentar: