Pontianak Post, 8 November 2013
Sebanyak 352 pasien katarak dari Kota Singkawang dan Kota Pontianak menjalani operasi gratis di RSU Bhayangkara Anton Soedjarwo, Jl KS Tubun No.14, Pontianak, mulai hari ini (8/11). Operasi katarak gratis bakal berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu, 10 November 2013.
Sebanyak 352 pasien katarak dari Kota Singkawang dan Kota Pontianak menjalani operasi gratis di RSU Bhayangkara Anton Soedjarwo, Jl KS Tubun No.14, Pontianak, mulai hari ini (8/11). Operasi katarak gratis bakal berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu, 10 November 2013.
Kegiatan ini hasil kerja sama Polda Kalimantan Barat dan
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam memperingati HUT ke-88 Brimob. Bakti
sosial ini menjadi operasi katarak gratis ke-94 yang dilakukan Tzu Chi di
Indonesia. Dalam pendaftaran calon pasien, Tzu Chi berhasil menampung 1.038
peserta dari Pontianak dan Singkawang.
“Dari seluruh peserta yang mendaftar kami screening, 1
November di Singkawang dan 3 November di Pontianak. Hasilnya yang lolos untuk
operasi 352 pasien,” ujar Alex Laminto, relawan Tzu Chi Pontianak, kemarin
(7/11).
Ketua panitia kegiatan ini menambahkan, screening langsung
dilakukan para dokter relawan Tzu Chi yang sudah berpengalaman. Screening
melihat kondisi fisik calon pasien, glukosa (diabetes atau tidak), dan tekanan
darah. Lalu apakah benar calon pasien menderita katarak. “Banyak yang setelah
di-screening ternyata tidak karatak dan hanya minus/plus. Tapi mereka tetap
kami bantu dengan memberikan kacamata. Bantuan kami sesuaikan dengan kondisi
yang mendaftar,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan operasi nanti bakal ditangani
sekitar 12 dokter relawan Tzu Chi yang tergabung dalam Tzu Chi International
Medical Asociation (TIMA). Para dokter TIMA bakal dibantu dokter dan perawat
relawan dari Pontianak dan Singkawang. Delapan meja operasi telah disiapkan
untuk mendukung kerja para dokter. Proses operasi katarak satu pasien rata-rata
45 menit, tapi itu tergantung kerja sama pasien.
“Selama pelaksanaan 93 kali sebelumnya, persentase
keberberhasilan operasi rata-rata 100%. Kami harap kali ini juga 100%. Usai
operasi para pasien bakal diinapkan satu malam dan pagi berikutnya dilakukan
pemeriksaan hasil operasi,” ujarnya. Ia menambahkan, transportasi 91 pasien
operasi dan keluarga pendamping dari Singkawang bakal dikoordinir Brimob
bersama Tzu Chi. 39 pasien dari total 352 pasien yang akan dioperasi merupakan
pasien petrigium.
Terkait prosedur operasi, Alex menyampaikan, pasien yang
lolos screening dan mendapat kartu kuning bakal daftar ulang ke RSU Bhayangkara
Anton Soedjarwo. Mereka ikut pemeriksaan
fisik ulang seperti tekanan darah dan mendapat nomor urut operasi. “Prosedurnya
kami mulai jam 8 pagi, mungkin masuk ruang operasi sekitar jam 12.30 setelah
proses pendaftaran dan tensi ulang,” katanya.
Pada hari terakhir operasi, bakal digelar pula acara
seremonial yang dihadiri Kapolda dan pejabat pemerintahan di lokasi yang sama
sekitar pukul 10.00. Dalam momen itu akan diserahkan pula Rekor MURI untuk
pelaksanaan operasi katarak gratis dengan pasien terbanyak.
“Meski di lokasi yang sama, acara
seremonial ini tidak akan menggangu proses operasi. Dalam pelaksanaan operasi
nanti sekitar 250 relawan Tzu Chi dari Jakarta, Pontianak, dan Singkawang ikut
membantu. Kami masih menerima jika ada warga Pontianak dan sekitarnya yang
ingin ikut menjadi relawan,” pungkasnya. (*r)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar