Made Frans
REKONSILIASI:
Kabid Kelembagaan (tengah) membuka kegiatan rekonsiliasi data KUMKM Kalbar
mewakili Kadis KUMKM Kalbar.
Pontianak Post, 8 November 2013
DINAS Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Barat (Dinas KUMKM Kalbar) melalui bidang kelembagaan menggelar acara rekonsiliasi data koperasi dan UMKM se-Kalbar di Hotel Kartika Pontianak, 6-7 November 2013. Kegiatan dibuka Kepala Bidang Kelembagaan Dinas KUMKM Kalbar Drs Resmiguno mewakili Kepala Dinas KUMKM Kalbar Drs Ignasius IK SH MSi, Rabu malam.
“Kegiatan ini salah satu bentuk keseriusan Pemprov Kalbar
melalui Dinas KUMKM untuk mengembangkan dan memberdayakan koperasi dan UMKM,”
ujar Resmiguno saat membacakan sambutan Kadis KUMKM Kalbar. Melalui kegiatan
tersebut diharapkan data yang terhimpun dari kabupaten/kota se-Kalbar merupakan
data valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data yang akurat akan berdampak pada kebijakan dalam
mengatasi permasalahan dan hambatan yang dihadapi, baik kalangan pembina maupun
pelaku gerakan koperasi. Ini juga dapat menentukan perencanaan pembangunan yang
tepat untuk mengembangkan koperasi dan UMKM menjadi kuat mandiri,” katanya.
Perkembangan jumlah koperasi di Kalbar semakin pesat.
Berdasarkan data keragaan koperasi Dinas KUMKM Kalbar per Juni 2013, terdapat
4.537 koperasi di Kalbar dengan jumlah anggota mencapai 1.237.202 orang. Dari
data yang ada belum mengambarkan secara detail dan lengkap eksisting koperasi
tersebut. Data teresebut masih mentah, perlu dipertajam lagi, sehingga dapat
mengambarkan keberadaan, kondisi, permasalahan, dan hambatan yang dihadapi
koperasi.
“Karenanya data yang ada perlu kita benahi dan perbaharui
secara periodik. Banyak hal yang jadi tantangan tugas kita,” ujarnya. Bagaimana
upaya pembina koperasi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pengiat
koperasi, terutama persoalan SDM termasuk IT, manajemen, permodalan, dan akses
pasar. Bagaimana upaya membina koperasi yang telah tidak aktif, sehingga dapat
diaktivasi kembali. Bagaimana langkah selanjutnya dalam mengembangkan dan
memajukan koperasi di Kalbar.
“Untuk menjawab itu, tidak lepas dari bagaimana perolehan
dan penyajian data koperasi dan UMKM yang kita sampaikan pada pimpinan, baik
tingkat daerah maupun pusat sebagai decision maker, sehingga menghasilkan
kebijakan tepat cepat, khususnya di bidang koperasi dan UMKM,” katanya.
Rekonsiliasi data KUMKM Kalbar diikuti 30 koordinator dan
operator data di masing-masing dinas yang membidangi koperasi se-Kalbar. Kegiatan
menghadirkan dua pemateri. Resmiguno dengan materi program dan kebijakan bidang
kelembagaan KUMKM. Kasi PSD dan Database KUMKM dengan materi fungsi data, serta
problem solving akurasi dan data KUMKM. (*r)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar