Selasa, 15 April 2014

Menteri LH Tinjau Areal Konservasi CUS



MADE FRANS
Menteri LH dan jajarannya, Pemkab Kayong Utara, Pemprov Kalbar, Perwakilan Untan, FFI, dan USAID IFACS, serta pimpinan dan karyawan PT PAS – PT CUS berfoto bersama dalam areal konservasi PT CUS.


Aksi Nyata Perusahaan Menjaga Alam Kalimantan Barat
PONTIANAK POST (14/4/2014) - PT CIPTA Usaha Sejati (PT CUS), anak perusahaan PT Pasifik Agro Sentosa (PT PAS) telah memulai investasinya di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat sejak 2005. Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini memulai penanaman perdana pada 2007. Hingga saat ini, selama menjalankan usahanya, PT CUS menerapkan pembangunan berkelanjutan dengan menerapkan konsep keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi atau 3P (Planet, People, Profit).
Konsep yang diterapkan PT CUS terbilang unik, bagaimana tidak dari total luas izinnya, perusahaan menyisihkan sekitar 10 ribu hektar untuk areal konservasi. Komitmen ini tidak hanya di atas kertas, PT CUS bahkan menggandeng FFI, Daemeter Consultant, USAID IFACS, Untan, dan lembaga lain untuk mengelola areal konservasi.
Usaha ini berbuah manis. PT CUS menjadi satu-satunya perusahaan perkebunan sawit di Kalbar yang menerima penghargaan ‘Pengelola Sumberdaya Alam Lestari’ dari Pemerintah Provinsi Kalbar, 13 Juni 2013. Penghargaan ini diserahkan langsung Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH dan disaksikan Menteri Lingkungan Hidup RI Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA.
Induk perusahaan PT CUS, PT PAS juga satu-satunya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menjadi perwakilan Indonesia dalam United Nation Frameworks Convention on Climate Change Conference of the Parties (UNFCC COP 19) di Warsawa, Polandia, 11-22 November 2013UNFCCC atau Konvensi Kerangka-kerja PBB tentang Perubahan Iklim adalah perjanjian lingkungan internasional yang dihasilkan Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan (UNCED) yang secara informal dikenal sebagai KTT-Bumi di Rio de Janeiro, Brasil, Juni 1992.  Dalam forum internasional yang dihadiri para pemegang keputusan dan pengambil kebijakan lingkungan dan perubahan iklim dari semua negara anggota PBB  itu, PT PAS diminta berbicara tentang kawasan bernilai konservasi tinggi yang merupakan inisiatif dari perkebunan sawit.
Penghargaan dan prestasi tersebut menarik perhatian Menteri LH, ia ingin meninjau sendiri, seperti apa sebenarnya pengelolaan areal konservasi yang sudah dilakukan PT CUS. Apakah pengelolaannya sesuai fakta lapangan atau hanya di atas kertas. Jumat, 11 April 2014, Menteri LH membawa serta jajarannya meninjau langsung areal konservasi PT CUS, baik dari udara maupun darat. Wakil Bupati Kayong Utara Idrus, FFI, USAID IFACS, Kadis Perkebunan Provinsi Kalbar Budi Setiawan, Kepala BLHD Kalbar, Gusti Hardiansyah Dekan Fakultas Kehutanan Untan turut mendampingi Menteri LH dalam peninjauan.
“Impressive sekali. Apresiasi, salut untuk perusahaan ini. Kami sudah lihat dari udara, kebun mana, hutan mana. Manajemennya bagus sekali. Ada hutan lindungnya. Ini sangat baik, kebun ini begitu perhatikan lingkungannya,” ujar Balthasar kepada Pontianak Post.
Ia pun mengapresiasi, upaya perusahaan menyisakan hampir 10 ribu hektar dari lahannya untuk kepentingan konservasi. “Image orang. Di mana ada kebun kelapa sawit, di situ lingkungan rusak. Tapi yang terjadi di sini lain, terbalik. Ada kebun kelapa sawitnya, konservasi hutannya sangat baik. Kami mau bilang tadi, ini kebun kelapa sawit atau hutan konservasi,” katanya.
Dalam kunjungannya itu, Menteri LH meninjau areal tanam serentak, kandang rusa, kandang kuda, dan habitat hewan-hewan endemik Kalbar yang masih dijaga dalam areal konservasi. Menteri LH pun menyempatkan diri menanam satu pohon dan membubuhkan tandatangannya di atas prasasti. “Terima kasih komitmen terhadap lingkungan hidup kita, agar tetap dijaga, dipertahankan, dan dirawat,” pesan Balthasar melalui tulisannya di atas prasasti.
 Terpisah, Hasjim Oemar, Direktur Utama PT PAS menyampaikan, apa yang dikerjakan perusahaan selama ini mendapat apresiasi pemerintah. Peninjauan yang dilakukan Menteri LH dan jajarannya menjadi bukti komitmen perusahaan membangun perkebunan yangberkelanjutan, go sustainable forever.
“Ini bukti, kami komit membangun kebun sawit bukan semata-mata demi mencari keuntungan. Lingkungan dan masyarakat juga kami perhatikan sebagai prioritas. Kami komit menjaga keseimbangan antara Planet, People, dan Profit,” ujarnya.


PT CUS
Menteri LH meninjau pabrik kelapa sawit PT CUS yang menerapkan teknologi modern zero waste.






Pabrik Zero Waste
Sebelum menginjakkan kaki dalam areal konservasi PT CUS, Menteri LH Balthasar Kambuaya dan rombongan terlebih dulu meninjau pabrik kepala sawit perusahaan. “Pabriknya modern sekali. Polusi udara tidak ada. Pekerja dan kontrol produksinya baik. Pengelolaan limbah juga baik sekali,” ujar Balthasar.
Baginya, secara keseluruhan manajemen perusahaan telah tertata dengan baik. Lingkungan pun dijaga, polusi udara dikontrol menerapkan zero waste. “Tidak ada limbah terbuang, dipakai kembali untuk bahan bakar,” katanya.
Ia menilai, upaya yang dilakukan PT CUS telah mem-back up pemerintah di mata dunia. Kebun sawit memiliki image sebagai perusak lingkungan bagi masyarakat luar negeri, terutama Eropa dan Amerika. “Ini bukti, kebun jalan, lingkungan tetap terjaga. Kalau ada kunjungan dari UNSCF, kita bawa mereka ke sini. Tunjukkan Indonesia bisa berbuat juga, tidak seperti apa yang mereka bicarakan,” jelasnya.

Tepat Raih Penghargaan
Penghargaan ‘Pengelola Sumberdaya Alam Lestari’ tepat diterima PT CUS. “Waktu penghargaan diberikan saya juga ada. Ini pembuktian, tidak hanya di atas kertas. Apa yang mereka lakukan benar,” tegas Menteri LH Balthasar Kambuaya.
Kementerian Lingkungan Hidup pun telah memberikan penghargaan ‘Proper Biru’ kepada CUS. Ia berharap, penghargaannya bisa naik ke ‘Proper Hijau’ dan ‘Proper Emas’. “Saya optimis perusahaan ini bisa capai itu, terutama Proper Hijau,” katanya.
Ia menekankan, tidak ada yang meragukan PT CUS berhak mendapat peringkat itu. “Mereka sangat konsen terhadap lingkungan. Bisnis perkebunan jalan, lingkungan dijaga dengan baik,” tambahnya.

CUS Menjadi Contoh
 Prof Dr Balthasar Kambuaya MBA meminta pola yang diterapkan PT CUS juga dikembangkan perusahaan kelapa sawit lainnya, terutama di Kalbar. “CUS jadi contoh perusahaan lain. Jangan habiskan lahan untuk bisnis, sisakan lahan untuk konservasi, tidak akan rugi,” ujarnya.
Menteri LH dan rombongan tidak hanya berkeliling meninjau areal konservasi CUS. Mulai dari lokasi penanaman serentak sejak 2007 hingga kini, penangkaran rusa, kandang kuda, sawah, dan kolam ikan. Menteri LH dan rombongan pun menikmati suasana santai di saung dalam areal konservasi.
“Kalau kita dulu dalam kebun sawit tidak bisa duduk seperti ini. Kami himbau perusahaan lain sisakan lahan sedikit untuk konservasi. Selamat untuk PT CUS. Terima kasih untuk kepedulian lingkungan. Jaga, pelihara, dan tingkatkan lagi,” katanya.

Danau Konservasi
Dalam kunjungannya, Menteri LH dan rombongan menyempatkan diri melihat kondisi danau konservasi PT CUS. “Suasana ini, surga dunia. Tempatnya begitu indah. Betul-betul hebat perusahaan ini,” ujar Menteri LH saat bersantai dalam gubuk terapung di tepi danau konservasi.
Di dalam danau terdapat berbagai jenis ikan lokal yang dimasukkan oleh perusahaan. Danau dijaga kelestariannya, ikan-ikan di dalamnya dilarang untuk ditangkap atau dipancing. “Danau ini khusus ikan endemik. Ada kolam ikan juga di sini. Ikannya dipelihara tidak boleh dimakan. Hebat,” katanya.
Ia menegaskan, Pemerintah Indonesia memastikan, semua investasi dan bisnis di negara ini berjalan dan berkembang. “Apa saja, pertambangan atau perkebunan. Bagaimana bisnis berjalan tapi lingkungan harus tetap dipelihara dan terjaga,” katanya.

Jangan Ganggu Konservasi
Menteri LH Balthasar Kambuaya menegaskan, areal konservasi bukan hutan terlantar. Areal konservasi hutan dalam perkebunan sawit tidak boleh diberikan izin usaha lain. Kekhawatiran ini terkait belum adanya aturan jelas dan mengikat tentang perizinan areal konservasi.
“Dengar cerita ini, repot juga. Saya mau bicarakan dengan Menteri Kehutanan dan Menteri Pertanian, areal perkebunan yang dicanangkan untuk konservasi jangan diganggu,” tegasnya lagi. Kementerian LH terus mendorong aturan areal konservasi. “Hutan konservasi dalam kebun untuk kepentingan lingkungan dan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah selalu menekankan, investasi harus menerapkan triple P, yaitu Profit, People, Planet atau bisa disebut triple bottom line. “Tadi saya ketemu masyarakat asli yang sudah berhasil di area perusahaan ini. Profit memang nomor satu, tapi keseimbangan People dan Planet harus tetap dijaga,” pungkasnya.

Pembangunan Berkelanjutan
Dalam menjalankan usahanya, terutama terkait isu lingkungan, PT CUS bekerjasama dengan beberapa pihak, salah satunya USAID Indonesia Forest and Climate Support (IFACS). Neville Kemp, Deputy Chief of Party USAID IFACS menyatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT CUS dalam satu tahun terakhir.
USAID IFACS bentuk kerja sama strategis antara Amerika Serikat dan Indonesia yang ditujukan untuk mengurangi emisi, terutama dari deforestasi dan degradasi. “Kami jalin kerja sama dengan PT CUS, karena perusahaan ini punya niat untuk melestarikan alam dan mengurangi deforestasi yang disebabkan emisi gas rumah kaca,” ujar Neville, disela-sela peninjauan oleh Menteri LH dan jajarannya.
Bentuknya nyata kerja sama tersebut dalam pelatihan dan monitoring. Mereka membangun conservation management dan monitoring plan (CMMP) untuk daerah-daerah yang memiliki high conservation value agar lestari untuk masa depan. “Ini menyambung kerja dari FFI dan Daemeter yang tetapkan ada pelatihan dan monitoring. Kami harap staf PT CUS bisa gabung, sehingga tidak tergantung dengan orang luar untuk monitoring,” katanya.
Bentuk kerja sama lain dalam social impact assesment di bawah MoU PT PAS (induk perusahaan PT CUS) dan IFACS. “Kami menilai bagus, peraturan PT CUS jelas sudah lebih dari yang diharuskan. Selalu lebih banyak, lebih baik. Salah satu perusahaan yang betul-betul memiliki policy dari high level hingga ke bawah menerapkan keseimbangan Planet, Profit, People,” jelasnya.
Menurutnya, melihat semua aspek yang diperlukan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, tiga pilar tersebut tidak bisa dipisahkan. “Utamakan salah satu, abaikan dua yang lain, tidak akan capai sustainablity untuk jangka panjang,” katanya.
Neville menambahkan, PT CUS satu dari 13 perusahaan yang kerja sama dengan proyek USAID IFACS yang betul-betul memiliki sustainability jangka panjang. Ini demi mengurangi deforestasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tetapkan kebijakan yang baik, terutama bagi proyek kita mengurangi emisi gas rumah kaca,” pungkasnya. (*)

Narasi: Made Frans
Foto-foto: Made dan PT CUS










Minggu, 30 Maret 2014

Kebersamaan dengan Mereka


SIANG itu, Minggu (23/3), waktu di tangan menunjukkan pukul 11.10, kami telah tiba di Panti Werdha Marie Joseph, Jl Budi Utomo, Pontianak. Kami datang berdelapan. Selain aku, ada Aben, Achong, Billy, Eva, Hongling, Naomi, dan Rita. Rita yang menyetir.
Kedatangan kami langsung disambut Suster Imelda, pengurus panti. “Bagaimana suster, barang-barang langsung diturunkan,” tanyaku. “Boleh,” jawab suster yang sebelumnya mengatakan nanti saja turunkan barangnya, ternyata, sudah ada rombonga lain yang tiba lebih dulu.
Kami bersama-sama menurunkan barang-barang kebutuhan sehari-hari dan pakaian bekas layak pakai untuk panti. Dari kendaraan, barang diturunkan satu per satu, pertama disimpan sementara di teras depan, sebelumnya dibawa masuk ke dalam ruangan.
Kami diajak Suster Imelda melihat langsung kondisi para akong dan ama dalam panti. Ada sekitar 30 orang jompo di sana. Kami pun bertemu dengan anak-anak yang hidup dipanti, sekitar 11 orang mereka. Di ruangan para akong, kami tidak lama. Di ruangan para ama juga awalnya tidak lama. Kami juga melihat kondisi capel di sana.
Para gadis terlihat sangat akrab dengan anak-anak, bahkan Rita tak sungkan ikut lari-larian bersama mereka. Untuk anak-anak kami juga membagikan langsung susu coklat cair kotak. Saat disodorkan susu kotak, Rita juga menerimanya. Maklum, dia gemar coklat.
“Kamu kelas berapa? Papa mama sekarang di mana?” tanya Rita pada anak-anak, saat mereka duduk pada salah satu kursi panjang. Anak-anak sepertinya tidak menjawab dengan jelas.
Cukup puas bermain dengan anak-anak. Kami melihat kondisi si kecil, bayi berusia dua tahun yang baru saja sembuh dari sakit, tetap masih dalam tahap pemulihan. Bayi mungil itu tertidur pulas di ayunan. Tak kuasa kami membangunkannya, dia lelap sekali, wajahnya terlihat damai.
Para gadis hanya bisa bertanya kepada salah satu pengurus panti, perihal si bayi. Kurang lebih 5 menit percakapan itu berlangsung.
Salah satu ama, tak jauh dari si bayi yang awalnya sedang tidur, terbangun merasakan keramaian. Naomi coba menyambangi ama tersebut. Si ama mulai bercerita tentang dirinya kepada Naomi. Saat itu, Aben, Billy, Eva, Hongling, dan Rita ikut menyambangi si ama.
Aku tak begitu paham apa yang diceritakan ama pada teman-teman. Soalnya, ama bercerita dalam bahasa tio ciu, aku hanya mengerti beberapa kata. Tapi dari perkataan kakak pengurus panti, aku sedikit mengerti. Ama sudah cukup lama berada di panti, mirisnya, sampai kami berkunjung, tak ada satupun keluarga, terutama anak-anaknya yang berkunjung. Padahal mereka tinggal di Pontianak juga.
Kondisi miris ama membuat teman-teman, terutama para gadis tak kuasa menahan perasaannya. Kurang lebih 15 menit, si ama bercerita tentang dirinya. Saat kami akan berlalu, si ama terkesan tak kuasa melepas kami. Ia menggenggam tangan naomi cukup erat. Sepertinya, dia masih membutuhkan teman untuk sekedar bercakap-cakap.
“Ama kami pulang dulu,” ucap Naomi, ku pikir ini arti ucapan Naomi, saat pamit kepada ama.
Saat kami di dalam, Acong tengah menemani dua ama bercakap-cakap di selasar menuju ruang tidur para ama. Aku tak mendengarkan percakapannya, tapi ku pikir tak akan jauh berbeda dengan cerita ama kepada teman-teman di dalam ruangan.
Aku jadi teringat perkataan seorang teman, beberapa saat sebelumnya. Kami bertemu di panti itu, ternyata mereka rombongan sebelum kami. Namanya, Pak Akiun. “Kita sumbang kebutuhan sehari-hari, seusai keperluan panti sudah bagus. Tapi yang jauh lebih dibutuhkan para orangtua di sini, teman untuk bercakap-cakap,” katanya.
Pak Akiun benar, selain materi, dukungan moril sangat dibutuhkan para akong dan ama, serta anak-anak di panti.
Sebelum kami pulang, kami menyempatkan diri foto bersama anak-anak panti di ruangan tengah dalam. Aku harus mengunakan timer shot, agar bisa ikut masuk dalam foto itu. Kebersamaan kami dengan mereka memang hanya sekitar satu jam. Tapi satu jam itu menjadi satu jam yang tak terlupakan. (madefrans)

Jumat, 14 Februari 2014

Donasi Pendidikan Sekedah Khatulistiwa Seri 10





DOK. KOMUNITAS SEDEKAH KHATULISTIWA
Komunitas Sedekah Khatulistiwa dan Aku Belajar diabadikan bersama siswa/i penerima bantuan.








 Pontianak Post, 21 Januari 2014
PENDIDIKAN sangat fundamental untuk calon generasi-generasi penerus bangsa, baik itu bersifat formal maupun informal. Pendidikan memberi peran penting dalam membentuk prilaku siswa-siswi sekolah. Pendidikan adalah harga mati yang harus diperjuangkan dan ditumbuhkembangkan.
“Donasi pendidikan ini kami lakukan mengingat dan mempertimbangkan pergantian ajaran baru (semester kedua). Jadi dengan bantuan ini sedikit meringankan beban biaya orangtua siswa,” ujar Agus Harianto, Ketua Sedekah Khatulistiwa.
Pada 19 Januari 2014, di Lembaga Pondok Pesantren Miftahussolihin, Pontianak Utara, Komunitas Sedekah Khatulistiwa bekerjasama dengan Komunitas Aku Belajar menggelar Donasi Pendidikan (Sedekah Khatulistiwa Seri 10). Dalam SK 10 ini telah dilakukan pemberian paket pendidikan kepada 80 siswa setempat. Dengan kondisi belajar yang ala kadarnya, siswa tersebut tetap semangat dalam belajar.
"Kegiatan yang dilakukan Komunitas Sedekah Khatulistiwa memberi dampak positif terhadap kehidupan masyarakat Kota Pontianak. Dedikasi besar teman-teman SK lakukan memberi harapan kepada orang-orang yang termarjinalkan. Semoga bantuan yang diberikan ini dapat memberi senyum dan semangat baru untuk adik-adik di sekolah tersebut," ujar Dwi Lestiana, Programmer Aku Belajar.
Gerakan bersama untuk sesama adalah gerakan sosial beberapa Komunitas Anak Muda, semoga saja gerakan ini bisa memberi virus-virus kepedulian pemuda-pemuda Kalbar umumnya dan khususnya pemuda Kota Pontianak. "Paling tidak pemuda Kota Pontianak sudah mulai menyalakan lilin dengan cahaya kecil daripada mengutuk kegelapan," tambahnya.
Alasan utama kenapa diambil lokasi tersebut sebagai sasaran adalah memandang kondisi fasilitas tempat belajar dan saat ini yang bisa dilakukan adalah memberi paket pendidikan untuk siswa di sana. Dalam kegiatan tersebut rombongan Sedekah Khatulistiwa juga menemukan kondisi ruang kelas yang sangat jauh dari harapan dan mesti dilakukan sedikit perbaikan-perbaikan baik dari meja, kursi atau sarana pendidikan lainnya.
“Animo tinggi siswa-siswa di sana untuk belajar sangat memberi inspirasi bagi kami untuk lebih banyak lagi berbuat untuk mereka, karena masa depan mereka adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama. Tidak ada yang salah dengan waktu yang kita sisihkan untuk mereka, tidak ada salahnya juga masyarakat Kota Pontianak bersama kami menyisihkan sedikit rezeki untuk mereka,” kata Budiman Very, relawan Sedekah Khatulistiwa.
“Selamat belajar adik-adikku. Semoga suatu hari kelak mengerti betapa pentingnya pendidikan bagi kita sendiri maupun orang lain. Tetap semangat, apapun masalahnya juga akan jadi masalah kita bersama dan Insya Allah bersama akan kita selesaikan,” tambahnya. (ser)

Akbid Aisyiyah Gelar Praktek Kebidanan Komunitas di Punggur Kecil



 
MADE FRANS
Akbid Aisyiyah Pontianak menggelar posyandu gabungan dan pengobatan gratis dalam praktek kebidanan komunitas di Desa Punggur Kecil.


 Pontianak Post, 8 Januari 2014
AKADEMI Kebidanan Aisyiyah Pontianak menggelar Praktek Kebidanan Komunitas (PKK) di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, selama dua minggu, sejak 30 Desember 2013. Puncak dari PKK tersebut, digelar posyandu gabungan dan pengobatan gratis di Kantor Kepala Desa Punggur Kecil, Selasa, 07 Januari 2014.
Dwi Siti Rahayu, dosen pembimbing dan ketua PKK Akbid Aisyiyah menyatakan, tahun lalu praktek kebidanan komunitas digelar di Sungai Rengas. “Kenapa sekarang kami pilih Punggur Kecil, karena dilihat dari letaknya strategis, berbatasan langsung dengan Kota Pontianak,” ujarnya.
Praktek Kebidanan Komunitas diikuti 113 mahasiswa semester V Akbid Aisyiyah. Salah satu syarat PKK, harus terjun ke lapangan. Pertama, mahasiswa mengumpulkan data dan masalah pada tiap RT/RW, 30 Desember 2013 – 2 Januari 2014. Dilanjutkan, lokakarya mini dan presentasi data yang ditemukan.
“Sebagai salah satu solusi masalah yang ada, kami gelar posyandu balita dan ibu hamil, serta pengobatan gratis ini. Ada tiga dokter dibantu perawat dan bidan puskesmas. Sekitar 300 pasien ditangani hari ini, keluhannya hipertensi, ISPA, demam, dll,” katanya.
Kegiatan tersebut disambut positif dan antusias masyarakat Punggur Kecil. “Terima kasih sudah adakan di tempat kami. Ini langsung menyentuh ke masyarakat kami, yang belum bisa dilakukan instansi dan universitas lain,” ujar Adi Kusumajaya, Kepala Desa Punggur Kecil.
Ia sendiri tidak menyangka, posyandu gabungan dan pengobatan gratis yang digelar Akbid Aisyiyah bisa ramai diikuti warga. Ia berharap, kegiatan serupa dijadwalkan rutin di Desa Punggur Kecil. “Ini sangat menyentuh, apalagi datangkan dokter ke sini,” katanya. Ia menceritakan, Desa Punggur Kecil dengan 3.000-an kepala keluarga (lebih dari 11.000 jiwa), hanya memiliki satu puskesmas, polindes, dan puskesmas pembantu. Puskesmas hanya memiliki satu dokter dan harus melayani dua desa lain yang penduduknya 25.000-an jiwa.
Karenanya, PKK yang digelar Akbid Aisyiyah dirasakan sangat bermanfaat. Pihak desa pun menjadi tahu kondisi kesehatan para warganya, terutama kesehatan ibu dan anak. “Sebelumnya sudah kami data, tapi belum maksimal. Pendataan dari Akbid Aisyiyah sudah cakup lima dusun di kami,” ujarnya. (d1/ser)

SMA Gembala Baik Gelar Expo Pendidikan 2014





DOK. SMA GB PONTIANAK
SMA Gembala Baik menggelar Expo Pendidikan selama dua hari, 8-9 Januari 2014.







Pontianak Post, 8 Januari 2014
AYO hadiri Expo Pendidikan SMA Gembala Baik yang mulai digelar hari ini, Rabu, 8 Januari 2014, dan akan berlangsung hingga Kamis, 9 Januari 2014. Expo Pendidikan ini terbuka untuk umum, mulai pukul 08.00-15.00. Siswa/i kelas IX-XII, orangtua siswa, dan masyarakat umum diterima dengan hangat dalam expo ini.
Tidak kurang dari 45 perguruan tinggi dan agen pendidikan dari dalam dan luar negeri hadir meramaikan Expo Pendidikan di Aula SMA Gembala Baik Jl Ahmad Yani, Pontianak. Beberapa perguruan tinggi swasta lokal di Kalimantan Barat turut meramaikan expo ini.
Expo Pendidikan SMA Gembala Baik 2014 ini rencananya dibuka Ketua Yayasan Pendidikan Gembala Baik Pastor Petrus Rostandy OFM Cap. Dinas pendidikan, pembina dan pengawas SMA Gembala Baik, ketua komite sekolah dan anggotanya, para kepala sekolah mitra, serta para orangtua siswa kelas XII diundang dalam pembukaan expo ini.
“Melalui expo ini kami sediakan informasi perguruan tinggi yang lengkap bagi siswa, terutama kelas XII. Bantu anak-anak memudahkan pilihan, mereka tidak perlu lelah ke sana sini untuk cari informasi. Jauh sebelum expo pun kami sudah berikan informasi perguruan tinggi pada anak-anak melalui guru,” jelas Lusianna Br Tarigan SPd, Kepala SMA Gembala Baik, kemarin (7/1)
SMA Gembala Baik memiliki 213 siswa kelas XII dari dua jurusan IPA dan empat jurusan IPS. Selain siswa kelas XII, siswa kelas IX dan X pun diberi kesempatan untuk mengunjungi expo dengan sistem rotasi. “Kami harap, siswa kelas IX dan X bisa mendapat informasi lebih awal tentang perguruan tinggi,” ujarnya.
Perguruan tinggi peserta expo juga bakal menawarkan berbagai beasiswa yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan kemampuan tiap siswa. “Kami harap, siswa mengali informasi semaksimal mungkin dalam expo ini. Kami harap mereka sukses dan tidak salah pilih,” katanya.
Marsianus Ami SPd, Ketua Panitia Expo Pendidikan SMA Gembala Baik menyampaikan, panitia juga memfasilitasi kendaraan jemputan bagi sekolah yang mau berkunjung. “Saat ini sudah ada dua sekolah yang pastikan, SMA Bhayangkari dan SMAN 1 Sungai Raya. Jika ada yang ingin lagi, bisa hubungi saya di 0813-4520-0317,” ujar Ami.
Ia mengajak seluruh masyarakat Pontinak dan sekitarnya menjadikan Expo Pendidikan SMA Gembala baik sebagai momen untuk mengali informasi tentang perguruan tinggi baik di dalam maupun luar negeri. “Kami juga sediakan ruang presentasi dari tiap perguruan tinggi, secara bergantian. Kami juga sediakan ruang tes jika diperlukan,” pungkas Humas SMA Gembala Baik ini. (d1/biz)

Kamis, 19 Desember 2013

United Tractors Tingkatkan Layanan Purna Jual





MADE FRANS
Penyerahan doorprize utama dari United Tractors Tbk dalam Customer Gathering UT GPS di Hotel Kini Pontianak.






Pontianak Post, 20 November 2013
SEBAGAI perusahaan distributor alat berat terbesar dan terkemuka di Indonesia, PT United Tractors Tbk (UT) berusaha mempersembahkan yang terbaik bagi pelanggannya. Hal ini diwujudkan melalui UT Guaranteed Product Support (UT GPS), bentuk komitmen dan jaminan kami pada kecepatan dan ketepatan layanan purna jual yang kami dedikasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi para Mitra Usaha UT.
“Layanan ini merupakan komitmen kami dalam hal ketepatan waktu dan akurasi untuk pengiriman spare parts, mekanik dan penyelesaian perbaikan alat. Ketepatan waktu dan akurasi ini kami sebut sebagai On Time In Full atau OTIF, mencakup OTIF Parts, OTIF Mechanic, dan OTIF Solution. Ketiga hal ini kami janjikan sebagai Three Main Customer Experiences,” ujar Zulkarnain Sitepu, Kepala Cabang UT Pontianak saat Customer Gathering UT GPS di Hotel Kini Pontianak, Kamis (7/11) malam.
Melalui OTIF Parts, pelanggan mendapat jaminan ketepatan waktu dan jumlah suku cadang, sejak pemesanan sampai diterima. Melalui OTIF Mechanics, pelanggan mendapat jaminan ketepatan waktu pengiriman mekanik handal, ketika terjadi permasalahan pada unit pelanggan dalam waktu 1x24 jam. Khusus sektor tambang, UT memberikan jaminan pengiriman mekanik 1x4 jam. Melalui OTIF Solution, pelanggan mendapat jaminan ketepatan waktu pengerjaan unit, sejak pelanggan menghubungi UT sampai unit siap dipergunakan kembali.
Selain itu, dengan membeli produk-produk kelas dunia yang diageni UT, seperti Komatsu, UD Trucks, Scania, Bomag, dan Tadano, pelanggan mendapat serangkaian program yang menjadi standar layanan purna jual UT. Program ini dinamakan ‘4 Straight Customer Experinces’ yang terdiri dari Program Pemeriksaaan Mesin (PPM), Program Monitoring Alat (PMA), Program Pemeriksaan Undercarriage (P2U), dan Training Product Support (TPS).
PPM merupakan program inspeksi rutin untuk mendapatkan data kondisi alat berat pelanggan secara akurat, sebagai rekomendasi untuk melakukan perbaikan agar alat berat tetap dalam kondisi prima. PMA ditujukan untuk mengetahui total informasi mengenai alat berat, seperti lokasi, waktu operasi hari, konsumsi bahan bakar, informasi peringatan penggantian oli, hingga jadwal penggantian komponen secara aktual. P2U berlaku untuk pembelian unit track type, yaitu dozer dan excavator. Hal ini dilakukan agar pelanggan mendapatkan informasi kondisi komponen dan rencana penggantian di tiap komponen undercarriage. TPS diberikan khusus bagi operator dan mekanik pelanggan. Operator akan mendapatkan pelatihan program pemeriksaan harian, sementara mekanik akan mendapatkan materi program periodical service unit, serta pengelolaan persediaan suku cadang di warehouse.
Untuk mengetahui informasi lebih detail mengenai layanan purna jual yang diberikan, pelanggan dapat mengakses UT Call, layanan contact centre 24 jam kapan pun dan dimana pun, melalui nomor 500-072 (gunakan kode area 021 jika menggunakan ponsel). (d1/biz)