Arief Nugroho
OPERASI GRATIS: Sebanyak 352
warga Kota Pontianak dan Kota Singkawang menjalani operasi katarak gratis dari
Polda Kalbar dan Tzu Chi.
Pontianak Post, 10 November 2013
Raut bahagia terpancar dari wajah
para pasien katarak usai menjalani operasi gratis yang digelar di RSU Anton
Soedjarwo Pontianak Jalan KS Tubun Pontianak, kemarin. Operasi gratis bagi
penderita karatak ini kerja sama antara Polda Kalimantan Barat dan Yayasan
Buddha Tzu Chi Indonesia dalam memperingati HUT ke-68 Brimob Polda Kalbar.
ARIEF NUGROHO/Pontianak
Ratusan pasien Katarak tumpah ruah
di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak, pagi kemarin. Pasien kali ini tak
tanggung-tanggung, dari data registrasi tercatat ada 352 pasien katarak dari Pontianak
dan Kota Singkawang.
Para pasien tampak tegang, ada
juga yang biasa saja. Namun sebagian besar dari mereka tampak bahagia, apalagi
setelah mereka menjalani operasi itu.
Baharuddin, salah satunya. Warga
Gang Bukit Raya Jalan Sungai Jawi Pontianak Kota ini merasa senang bisa menjadi
salah satu peserta operasi katarak tahun ini.
Baharudin merupakan penderita
Katarak sejak enam tahun silam. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai
buruh lepas ini tak mampu membayar biaya operasi reguler di rumah sakit. Dengan
kesempatan ini, dia pun akhirnya bisa mengoperasi matanya sebelah kiri. “Terus
terang saya sangat senang bisa menjadi peserta operasi gratis bagi penderita
katarak ini bang,”katanya kepada Pontianak Post, kemarin.
Dikatakan Baharudin, sebelumnya
dia juga pernah mengikuti program yang melalui puskesmas, 10 tahun lalu.
“Sepuluh tahun lalu saya pernah operasi seperti ini. Kalau dulu mata kanan
saya. Dan sekarang mata kiri saya. Padahal dulu waktu saya kena katarak pada
mata kanan saya, mata kiri saya normal,” katanya.
Setelah menjalani pengobatan
gratis ini, dia berharap kedua matanya akan sembuh. “Harapan saya semoga
operasi kali ini berhasil dan mata saya bisa sembuh,”katanya.
Perasaan serupa juga ditarakan
Se’e (40) warga Sungai Jawi Pontianak Barat. Laki-laki yang sehari-hari bekerja
sebagai sopir ini mengaku bersyukur atas program pengobatan gratis tersebut.
“Alhamdulillah, saya merasa senang. Semoga katarak yang saya derita ini bisa
sembuh,”ungkapnya.
Kegiatan Bhakti Sosial hasil
kerja sama Polda Kalimantan Barat dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam
memperingati HUT ke-68 Brimob Polda Kalbar ini menjadi operasi katarak gratis
ke-94 yang dilakukan Tzu Chi di Indonesia. Dalam pendaftaran calon pasien, Tzu
Chi berhasil menampung 1.038 peserta dari Pontianak dan Singkawang. “Dari
seluruh peserta yang mendaftar kami screening, 1 November di Singkawang dan 3
November di Pontianak. Hasilnya yang lolos untuk operasi 352 pasien,” ujar Alex
Laminto, relawan Tzu Chi Pontianak, kemarin.
Alex mengatakan, screening
langsung dilakukan para dokter relawan Tzu Chi yang sudah berpengalaman.
Screening melihat kondisi fisik calon pasien, glukosa (diabetes atau tidak),
dan tekanan darah. Lalu apakah benar calon pasien menderita katarak. “Banyak
yang setelah di-screening ternyata tidak karatak dan hanya minus/plus. Tapi
mereka tetap kami bantu dengan memberikan kacamata. Bantuan kami sesuaikan
dengan kondisi yang mendaftar,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan operasi gratis
ini ditangani sekitar 12 dokter relawan Tzu Chi yang tergabung dalam Tzu Chi
International Medical Asociation (TIMA). Para dokter TIMA bakal dibantu dokter
dan perawat relawan dari Pontianak dan Singkawang. Delapan meja operasi telah
disiapkan untuk mendukung kerja para dokter. Proses operasi katarak satu pasien
rata-rata 45 menit, tapi itu tergantung kerja sama pasien. “Selama pelaksanaan
93 kali sebelumnya, persentase keberberhasilan operasi rata-rata 100%. Kami
harap kali ini juga 100%. Usai operasi para pasien bakal diinapkan satu malam
dan pagi berikutnya dilakukan pemeriksaan hasil operasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, transportasi 91
pasien operasi dan keluarga pendamping dari Singkawang bakal dikoordinir Brimob
bersama Tzu Chi. 39 pasien dari total 352 pasien yang akan dioperasi merupakan
pasien petrigium.
Terkait prosedur operasi, Alex menyampaikan, pasien yang lolos screening dan mendapat kartu kuning bakal daftar ulang ke RSU Bhayangkara Anton Soedjarwo. Mereka ikut pemeriksaan fisik ulang seperti tekanan darah dan mendapat nomor urut operasi. “Prosedurnya kami mulai jam 8 pagi, mungkin masuk ruang operasi sekitar jam 12.30 setelah proses pendaftaran dan tensi ulang,” katanya.
Pada hari terakhir operasi, bakal digelar pula acara seremonial yang dihadiri Kapolda dan pejabat pemerintahan di lokasi yang sama sekitar pukul 10.00. Dalam momen itu akan diserahkan pula Rekor MURI untuk pelaksanaan operasi katarak gratis dengan pasien terbanyak. “Meski di lokasi yang sama, acara seremonial ini tidak akan menggangu proses operasi. Dalam pelaksanaan operasi nanti sekitar 250 relawan Tzu Chi dari Jakarta, Pontianak, dan Singkawang ikut membantu. Kami masih menerima jika ada warga Pontianak dan sekitarnya yang ingin ikut menjadi relawan,” pungkasnya.
Terkait prosedur operasi, Alex menyampaikan, pasien yang lolos screening dan mendapat kartu kuning bakal daftar ulang ke RSU Bhayangkara Anton Soedjarwo. Mereka ikut pemeriksaan fisik ulang seperti tekanan darah dan mendapat nomor urut operasi. “Prosedurnya kami mulai jam 8 pagi, mungkin masuk ruang operasi sekitar jam 12.30 setelah proses pendaftaran dan tensi ulang,” katanya.
Pada hari terakhir operasi, bakal digelar pula acara seremonial yang dihadiri Kapolda dan pejabat pemerintahan di lokasi yang sama sekitar pukul 10.00. Dalam momen itu akan diserahkan pula Rekor MURI untuk pelaksanaan operasi katarak gratis dengan pasien terbanyak. “Meski di lokasi yang sama, acara seremonial ini tidak akan menggangu proses operasi. Dalam pelaksanaan operasi nanti sekitar 250 relawan Tzu Chi dari Jakarta, Pontianak, dan Singkawang ikut membantu. Kami masih menerima jika ada warga Pontianak dan sekitarnya yang ingin ikut menjadi relawan,” pungkasnya.
Sementara itu Wakapolda
Kalimantan Barat, Kombes Pol Hasanuddin mengtakan kegiatan bakti sosial ini
merupakan salah satu rangkaian dari beberapa kegiatan dalm memperingati HUT
Brimob Polda Kalbar ke 68. “Dalam HUT Brimob ini, Brimob Polda Kalbar melakukan
berbagai kegiatan salah satunya operasi gratis bagi penderita katarak.
Sekaligus akan memecahkan rekor MURI dengan jumlah pasien sebelumnya 198
pasien,” kata Hasanuddin. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar