Selasa, 12 November 2013

Operasi Katarak Gratis Polda Kalbar - Yayasan Buddha Tzu Chi Pecahkan Rekor Jumlah Peserta Terbanyak



Arief Nugroho
OPERASI GRATIS: Sebanyak 352 warga Kota Pontianak dan Kota Singkawang menjalani operasi katarak gratis dari Polda Kalbar dan Tzu Chi.






Pontianak Post, 10 November 2013
Raut bahagia terpancar dari wajah para pasien katarak usai menjalani operasi gratis yang digelar di RSU Anton Soedjarwo Pontianak Jalan KS Tubun Pontianak, kemarin. Operasi gratis bagi penderita karatak ini kerja sama antara Polda Kalimantan Barat dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam memperingati HUT ke-68 Brimob Polda Kalbar.

ARIEF NUGROHO/Pontianak

  Ratusan pasien Katarak tumpah ruah di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Pontianak, pagi kemarin. Pasien kali ini tak tanggung-tanggung, dari data registrasi tercatat ada 352 pasien katarak dari Pontianak dan Kota Singkawang.
  Para pasien tampak tegang, ada juga yang biasa saja. Namun sebagian besar dari mereka tampak bahagia, apalagi setelah mereka menjalani operasi itu.
Baharuddin, salah satunya. Warga Gang Bukit Raya Jalan Sungai Jawi Pontianak Kota ini merasa senang bisa menjadi salah satu peserta operasi katarak tahun ini.
  Baharudin merupakan penderita Katarak sejak enam tahun silam. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas ini tak mampu membayar biaya operasi reguler di rumah sakit. Dengan kesempatan ini, dia pun akhirnya bisa mengoperasi matanya sebelah kiri. “Terus terang saya sangat senang bisa menjadi peserta operasi gratis bagi penderita katarak ini bang,”katanya kepada Pontianak Post, kemarin.
  Dikatakan Baharudin, sebelumnya dia juga pernah mengikuti program yang melalui puskesmas, 10 tahun lalu. “Sepuluh tahun lalu saya pernah operasi seperti ini. Kalau dulu mata kanan saya. Dan sekarang mata kiri saya. Padahal dulu waktu saya kena katarak pada mata kanan saya, mata kiri saya normal,” katanya.
  Setelah menjalani pengobatan gratis ini, dia berharap kedua matanya akan sembuh. “Harapan saya semoga operasi kali ini berhasil dan mata saya bisa sembuh,”katanya.
  Perasaan serupa juga ditarakan Se’e (40) warga Sungai Jawi Pontianak Barat. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai sopir ini mengaku bersyukur atas program pengobatan gratis tersebut. “Alhamdulillah, saya merasa senang. Semoga katarak yang saya derita ini bisa sembuh,”ungkapnya.
  Kegiatan Bhakti Sosial hasil kerja sama Polda Kalimantan Barat dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam memperingati HUT ke-68 Brimob Polda Kalbar ini menjadi operasi katarak gratis ke-94 yang dilakukan Tzu Chi di Indonesia. Dalam pendaftaran calon pasien, Tzu Chi berhasil menampung 1.038 peserta dari Pontianak dan Singkawang. “Dari seluruh peserta yang mendaftar kami screening, 1 November di Singkawang dan 3 November di Pontianak. Hasilnya yang lolos untuk operasi 352 pasien,” ujar Alex Laminto, relawan Tzu Chi Pontianak, kemarin.
 Alex mengatakan, screening langsung dilakukan para dokter relawan Tzu Chi yang sudah berpengalaman. Screening melihat kondisi fisik calon pasien, glukosa (diabetes atau tidak), dan tekanan darah. Lalu apakah benar calon pasien menderita katarak. “Banyak yang setelah di-screening ternyata tidak karatak dan hanya minus/plus. Tapi mereka tetap kami bantu dengan memberikan kacamata. Bantuan kami sesuaikan dengan kondisi yang mendaftar,” katanya.
  Menurutnya, pelaksanaan operasi gratis ini ditangani sekitar 12 dokter relawan Tzu Chi yang tergabung dalam Tzu Chi International Medical Asociation (TIMA). Para dokter TIMA bakal dibantu dokter dan perawat relawan dari Pontianak dan Singkawang. Delapan meja operasi telah disiapkan untuk mendukung kerja para dokter. Proses operasi katarak satu pasien rata-rata 45 menit, tapi itu tergantung kerja sama pasien. “Selama pelaksanaan 93 kali sebelumnya, persentase keberberhasilan operasi rata-rata 100%. Kami harap kali ini juga 100%. Usai operasi para pasien bakal diinapkan satu malam dan pagi berikutnya dilakukan pemeriksaan hasil operasi,” ujarnya.
  Ia menambahkan, transportasi 91 pasien operasi dan keluarga pendamping dari Singkawang bakal dikoordinir Brimob bersama Tzu Chi. 39 pasien dari total 352 pasien yang akan dioperasi merupakan pasien petrigium.
  Terkait prosedur operasi, Alex menyampaikan, pasien yang lolos screening dan mendapat kartu kuning bakal daftar ulang ke RSU Bhayangkara Anton Soedjarwo.  Mereka ikut pemeriksaan fisik ulang seperti tekanan darah dan mendapat nomor urut operasi. “Prosedurnya kami mulai jam 8 pagi, mungkin masuk ruang operasi sekitar jam 12.30 setelah proses pendaftaran dan tensi ulang,” katanya.
  Pada hari terakhir operasi, bakal digelar pula acara seremonial yang dihadiri Kapolda dan pejabat pemerintahan di lokasi yang sama sekitar pukul 10.00. Dalam momen itu akan diserahkan pula Rekor MURI untuk pelaksanaan operasi katarak gratis dengan pasien terbanyak. “Meski di lokasi yang sama, acara seremonial ini tidak akan menggangu proses operasi. Dalam pelaksanaan operasi nanti sekitar 250 relawan Tzu Chi dari Jakarta, Pontianak, dan Singkawang ikut membantu. Kami masih menerima jika ada warga Pontianak dan sekitarnya yang ingin ikut menjadi relawan,” pungkasnya.
  Sementara itu Wakapolda Kalimantan Barat, Kombes Pol Hasanuddin mengtakan kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu rangkaian dari beberapa kegiatan dalm memperingati HUT Brimob Polda Kalbar ke 68. “Dalam HUT Brimob ini, Brimob Polda Kalbar melakukan berbagai kegiatan salah satunya operasi gratis bagi penderita katarak. Sekaligus akan memecahkan rekor MURI dengan jumlah pasien sebelumnya 198 pasien,” kata Hasanuddin. (*)

Tidak ada komentar: