MADE FRANS
PT Jamsostek (Persero) menggelar Pelatihan Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Hotel Aston Pontianak.
Pontianak Post, 13 November 2013
PT JAMSOSTEK
(Persero) cabang Kalimantan Barat menggelar Pelatihan Dasar-Dasar Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (K3) bagi perusahaan peserta Jamsostek Kantor cabang Kalbar
di Hotel Aston Pontianak, Selasa, 12 November 2013. Pelatihan tersebut digelar
didorong cenderung meningkatnya kasus kecelakaan kerja di Kalbar. Pembukaan
pelatihan turut dihadiri Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pontianak.
“Selama ini
persepsinya, kalau berhubungan dengan Jamsostek hanya saat karyawan perusahaan
peserta Jamsostek mengalami kecelakaan kerja, PHK, meninggal, atau sakit. Kami
ingin peserta merasakan manfaat lain dari Jamsostek,” ujar Novias Dewo, Kepala
Cabang PT Jamsostek (Persero) Kalbar, kemarin.
Melalui
pelatihan tersebut diharapkan, pengusaha lebih aware lagi dengan
keselamatan dan kesehatan kerja para karyawan di perusahaannya. Sehingga,
keselamatan dan kesehatan kerja karyawan bisa diantisipasi dengan baik.
Perusahaan yang karyawannya mengalami kecelakaan kerja tentunya mengurangi
produktivitas perusahaan tersebut. “Ikut Jamsostek bukan berarti menghilankan
masalah, yang penting upaya pencegahan. Beri manfaat kembali bagi pekerja dan
keluargannya,” kata bapak yang sudah 27 tahun berkarir di Jamsostek ini.
Pada
pelatihan ini, Jamsostek mengandeng PT Surveyor Indonesia untuk memberikan
materi tentang dasar keselamatan dan kesehatan kerja. “Kami buka beberapa
kesempatan, yang siap PT Surveyor Indonesia. Selain BUMN, mereka punya
sertifikasi pelatihan K3. Ini juga sejalan dengan himbauan Kementerian BUMN
untuk melakukan sinergi BUMN,” ujarnya. Instruktur yang memberi pelatihan
langsung datang dari Jakarta di bawah koordinasi Andi Ridwan, Kepala Manajemen
Projek PT Surveyor Indonesia.
Dalam
kesempatan itu, Dewo turut menyampaikan, per 1 Januari 2014, Jamsostek bakal
bertransformasi menjadi Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS)
Ketenagakerjaan. Ini sesuai Undang-Undang No.24 tahun 2011. Dari empat program
yang dikelola Jamsostek, program kesehatan akan diserahkan pada BPJS Kesehatan
(saat ini Askes). “Mekanisme pelayanan dan pendaftaran sama. Klausal manfaat
dan prosedur lebih baik,” katanya.
Ia
menambahkan, untuk menjadi peserta BPJS, ada syarat yang harus dilengkapi
perusahaan, yaitu proses registrasi. Jamsostek ingin tiap warga negara hanya
punya single number identity. Di kantor pusat Jamsostek sudah dilakukan proses
komparasi dengan e-KTP. “Jadi ke depan kartu Jamsostek berubah menjadi smart
card. Karenanya, kami minta perusahaan lakukan updating data. Kami bantu dengan
program Sistem Informasi Pelayanan Peserta (SIPP) dengan gratis. Hingga akhir
2013, semua maksimalkan semua upaya untuk updating data, termasuk jemput bola,”
pungkasnya. (d1/ser)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar