PENGHARGAAN: Dirut Bank Kalbar Drs Sudirman HMY MM menerima piagam penghargaan dari
Wapemred Infobank Karnoto Mohammad.
Pontianak Post, 8 November 2013
Pontianak Post, 8 November 2013
PANDANGAN mata
perbankan nasional kepada Provinsi Kalimantan Barat tidak bisa sebelah mata lagi.
Ketika para pengelola terus bekerja keras serta ikhlas, maka prestasi demi
prestasi senantiasa hadir dan mengalir. Ia laksana air cucuran atap, jatuhnya ke
pelimbahan juga. Terbukti, pada 1 Oktober 2013, Bank Kalbar di tempatkan Tempo
Media Group dan Centre of Risk Management Studies sebagai Juara II Indonesia
Banking Award 2013, lanjut pada 17 Oktober 2013, Bank Kalbar menjadi Juara II
Annual Report Award didaulat Otoritas Jasa Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak
Departemen Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian BUMN, serta berbagai institusi
lainnya.
Nah, pada
hari baik bulan baik, sehari setelah peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram,
tepatnya Rabu, 6 November 2013, Bank Kalbar meraih pengakuan atas kinerjanya
dalam ajang paling bergengsi untuk kategori perbankan syariah. Unit Usaha
Syariah (UUS) Bank Kalbar menjadi Juara I dengan Predikat ‘Sangat Bagus’.
UUS Bank
Kalbar menabung nilai total aset, laba tahun berjalan, ROA, BO/PO, NCOM, FDR, serta
kontribusi terhadap bank induk (share DPK, share pembiayaan, share laba-rugi). Kemudian
dinilai juga pertumbuhan aset, pertumbuhan DPK, pertumbuhan pembiayaan, dan pertumbuhan
laba tahun berjalan.
Total
nilai yang diperoleh 94,20, sehingga UUS Bank Kalbar meraih Predikat ‘Sangat
Bagus’. Nilai 94,20 adalah angka tertinggi dari empat bank lainnya yang
mendapat penghargaan sama pada kategori modal di bawah Rp1 triliun. Keempat
bank tersebut adalah Bank Sulselbar, BPD Kalsel, Riau Kepri, dan Sumsel Babel.
Pandangan mata
siapa yang tidak berkaca-kaca melihat dan mendengar nama Kalbar disebutkan
paling pertama untuk naik ke atas pentas pada ajang Sharia Finance Awards 2013
di Grand Ball Room Shangrila, Jakarta Pusat. Terlebih diiringi alunan musik
yang ritmis dipandu announcer yang membacakan deret nilai yang dibukukan record-nya.
Dirut PT BPD Bank Kalbar Drs H Sudirman HMY MM yang selalu tampil low
profile melangkah ringan, diiringi tepuk tangan sekitar 200 undangan. Ia
beranjak dari meja nomor 5, dilepas senyum bangga nan haru Komisaris Utama Drs
H Murdjani Abdullah dan Pimpinan Cabang Unit Usaha Syariah Bank Kalbar Hj
Darmawati. Di sisi Sudirman, turut dinobatkan empat bank lain se-Indonesia yang
mendapat predikat sangat bagus.
Kepada
media yang mewawancarainya seusai memperoleh The Best Sharia Awards 2013
sekaligus Seminar Nasional Syariah, Sudirman menegaskan, Bank Kalbar Syariah turut
menjadi pioner ekonomi dan bisnis di Bumi Khatulistiwa berbasis bagi hasil. Kendati
berbasis syariat Islam, yakni bagi hasil, pelayanan kepada nasabah tak ubahnya
bank umum atau konvensional.
“Keistimewaan
sistem bagi hasil adalah tidak terimbas naik turun bunga,” katanya. Naik turun bunga
di perbankan umum atau konvensional kerap menyebabkan nasabah meminta bunga simpanan
lebih tinggi dan cenderung berpindah-pindah. Berbeda dengan sistem bagi hasil perbankan
syariah, terlebih bagi mereka yang yakin sehingga secara emosional-rasional memilih
bertransaksi secara syariah.
Bank
Kalbar Syariah yang berdiri sejak tujuh tahun lalu (2005) secara pengalaman sesungguhnya
masih ‘kanak-kanak’, namun sejauh ini sudah mengukir prestasi demi prestasi. Pada
2012, UUS Bank Kalbar yang berpusat di Jl Ahmad Yani (seberang Sentra Bisnis Ayani
Megamal) menempatkan diri di posisi papan atas Sharia Finance Awards, serta
Juara II Karim Business Consulting pada 2011. Bank Kalbar Syariah menjadi
‘First The Most Profitable, Most Efficient, Most Expansive’ dalam ajang
kompetitif Karim Business Consulting tersebut.
Mengenai kerja
keras serta kerja ikhlas, Sudirman yang pernah menjalani hidup sebagai guru
sekolah dasar tidak lupa mengucapkan terima kasih atas peran aktif pemegang saham
mayoritas Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH yang selalu memotivasi agar Bank
Kalbar bertumbuh lebih baik dan lebih unggul lagi. Hal yang sama ditujukan kepada
pemegang saham, yakni para bupati maupun wali kota. Utama dan terutama juga para
direksi, komisaris, seluruh staf, maupun para nasabah yang mampu bekerjasama secara
paripurna.
Dikatakan Sudirman,
yang juga CEO with Green Heart, Unit Usaha Syariah (UUS) bukan berarti harus muslim
nasabahnya, karena sistem syariah (sistem bagi hasil) ini juga berkembang di
Amerika, Eropa, Timur Tengah, dll seperti telah diterapkan Citi Bank, HSBC, dan
Bank Internasional lainnya. Hal senada ditegaskan Komisaris Utama PT BPD Bank
Kalbar Drs Murdjani Abdullah. Mantan Asisten Ekbang Pemprov Kalbar periode Gubernur
HA Aswin ini merujuk BCA, Mandiri, BNI, BRI, dll juga membuka gerai layanan
Bank Syariah. “Tidak berarti harus muslim bertransaksi dengan sistem syariah,”
seloroh Murdjani.
Bank
Indonesia mencatat, market share Bank Syariah di Indonesia belum menembus angka
5%. Hal ini masih jauh dari peran bank konvensional yang menguasai 95% market
share. Namun pertumbuhan sistem syariah di dunia rata-rata 15% dan di Indonesia
nyaris 50% adalah sangat menggembirakan. Karenanya pada 17 November 2013, di
Lapangan Monas akan ada Grand Launching Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) dipimpin
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kegiatan itu menggaungkan gaya hidup
(lifestyle) sistem syariah agar terus tumbuh subur, sehingga berdampak bagi ketahanan
ekonomi NKRI.
Di tempat
yang sama, Pemimpin Cabang UUS Bank Kalbar Hj Darmawati menambahkan, jaringan Bank
Kalbar Syariah meliputi 1 cabang, 4 cabang pembantu, dan 48 layanan syariah.
Dalam memimpin Unit Usaha Syariah, ia dibantu 60 staf. Total aset Bank Kalbar Syariah
mencapai Rp775 miliar, dengan pembiayaan Rp524 miliar dan DPK Rp252 miliar.
“Semoga ke
depan, keinginan Bank Kalbar Syariah untuk spin of atau berdikari dapat terlaksana
sesuai rencana. Spin of adalah posisi di mana UUS telah beranjak menjadi BUS
atau Bank Umum Syariah,” pungkas Darmawati. (*)
Narasi dan Foto:Corporate Secretary Bank Kalbar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar