Selasa, 12 November 2013

Raih The Best Sharia Award 2013, Bank Kalbar Semakin Kukuh sebagai Bank Sangat Bagus



























PENGHARGAAN: Dirut Bank Kalbar Drs Sudirman HMY MM menerima piagam penghargaan dari Wapemred Infobank Karnoto Mohammad.






Pontianak Post, 8 November 2013
PANDANGAN mata perbankan nasional kepada Provinsi Kalimantan Barat tidak bisa sebelah mata lagi. Ketika para pengelola terus bekerja keras serta ikhlas, maka prestasi demi prestasi senantiasa hadir dan mengalir. Ia laksana air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga. Terbukti, pada 1 Oktober 2013, Bank Kalbar di tempatkan Tempo Media Group dan Centre of Risk Management Studies sebagai Juara II Indonesia Banking Award 2013, lanjut pada 17 Oktober 2013, Bank Kalbar menjadi Juara II Annual Report Award didaulat Otoritas Jasa Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian BUMN, serta berbagai institusi lainnya.
Nah, pada hari baik bulan baik, sehari setelah peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram, tepatnya Rabu, 6 November 2013, Bank Kalbar meraih pengakuan atas kinerjanya dalam ajang paling bergengsi untuk kategori perbankan syariah. Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalbar menjadi Juara I dengan Predikat ‘Sangat Bagus’.
UUS Bank Kalbar menabung nilai total aset, laba tahun berjalan, ROA, BO/PO, NCOM, FDR, serta kontribusi terhadap bank induk (share DPK, share pembiayaan, share laba-rugi). Kemudian dinilai juga pertumbuhan aset, pertumbuhan DPK, pertumbuhan pembiayaan, dan pertumbuhan laba tahun berjalan.
Total nilai yang diperoleh 94,20, sehingga UUS Bank Kalbar meraih Predikat ‘Sangat Bagus’. Nilai 94,20 adalah angka tertinggi dari empat bank lainnya yang mendapat penghargaan sama pada kategori modal di bawah Rp1 triliun. Keempat bank tersebut adalah Bank Sulselbar, BPD Kalsel, Riau Kepri, dan Sumsel Babel.
Pandangan mata siapa yang tidak berkaca-kaca melihat dan mendengar nama Kalbar disebutkan paling pertama untuk naik ke atas pentas pada ajang Sharia Finance Awards 2013 di Grand Ball Room Shangrila, Jakarta Pusat. Terlebih diiringi alunan musik yang ritmis dipandu announcer yang membacakan deret nilai yang dibukukan record-nya. Dirut PT BPD Bank Kalbar Drs H Sudirman HMY MM yang selalu tampil low profile melangkah ringan, diiringi tepuk tangan sekitar 200 undangan. Ia beranjak dari meja nomor 5, dilepas senyum bangga nan haru Komisaris Utama Drs H Murdjani Abdullah dan Pimpinan Cabang Unit Usaha Syariah Bank Kalbar Hj Darmawati. Di sisi Sudirman, turut dinobatkan empat bank lain se-Indonesia yang mendapat predikat sangat bagus.
Kepada media yang mewawancarainya seusai memperoleh The Best Sharia Awards 2013 sekaligus Seminar Nasional Syariah, Sudirman menegaskan, Bank Kalbar Syariah turut menjadi pioner ekonomi dan bisnis di Bumi Khatulistiwa berbasis bagi hasil. Kendati berbasis syariat Islam, yakni bagi hasil, pelayanan kepada nasabah tak ubahnya bank umum atau konvensional.
“Keistimewaan sistem bagi hasil adalah tidak terimbas naik turun bunga,” katanya. Naik turun bunga di perbankan umum atau konvensional kerap menyebabkan nasabah meminta bunga simpanan lebih tinggi dan cenderung berpindah-pindah. Berbeda dengan sistem bagi hasil perbankan syariah, terlebih bagi mereka yang yakin sehingga secara emosional-rasional memilih bertransaksi secara syariah.
Bank Kalbar Syariah yang berdiri sejak tujuh tahun lalu (2005) secara pengalaman sesungguhnya masih ‘kanak-kanak’, namun sejauh ini sudah mengukir prestasi demi prestasi. Pada 2012, UUS Bank Kalbar yang berpusat di Jl Ahmad Yani (seberang Sentra Bisnis Ayani Megamal) menempatkan diri di posisi papan atas Sharia Finance Awards, serta Juara II Karim Business Consulting pada 2011. Bank Kalbar Syariah menjadi ‘First The Most Profitable, Most Efficient, Most Expansive’ dalam ajang kompetitif Karim Business Consulting tersebut.
Mengenai kerja keras serta kerja ikhlas, Sudirman yang pernah menjalani hidup sebagai guru sekolah dasar tidak lupa mengucapkan terima kasih atas peran aktif pemegang saham mayoritas Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH yang selalu memotivasi agar Bank Kalbar bertumbuh lebih baik dan lebih unggul lagi. Hal yang sama ditujukan kepada pemegang saham, yakni para bupati maupun wali kota. Utama dan terutama juga para direksi, komisaris, seluruh staf, maupun para nasabah yang mampu bekerjasama secara paripurna.
Dikatakan Sudirman, yang juga CEO with Green Heart, Unit Usaha Syariah (UUS) bukan berarti harus muslim nasabahnya, karena sistem syariah (sistem bagi hasil) ini juga berkembang di Amerika, Eropa, Timur Tengah, dll seperti telah diterapkan Citi Bank, HSBC, dan Bank Internasional lainnya. Hal senada ditegaskan Komisaris Utama PT BPD Bank Kalbar Drs Murdjani Abdullah. Mantan Asisten Ekbang Pemprov Kalbar periode Gubernur HA Aswin ini merujuk BCA, Mandiri, BNI, BRI, dll juga membuka gerai layanan Bank Syariah. “Tidak berarti harus muslim bertransaksi dengan sistem syariah,” seloroh Murdjani.
Bank Indonesia mencatat, market share Bank Syariah di Indonesia belum menembus angka 5%. Hal ini masih jauh dari peran bank konvensional yang menguasai 95% market share. Namun pertumbuhan sistem syariah di dunia rata-rata 15% dan di Indonesia nyaris 50% adalah sangat menggembirakan. Karenanya pada 17 November 2013, di Lapangan Monas akan ada Grand Launching Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kegiatan itu menggaungkan gaya hidup (lifestyle) sistem syariah agar terus tumbuh subur, sehingga berdampak bagi ketahanan ekonomi NKRI.
Di tempat yang sama, Pemimpin Cabang UUS Bank Kalbar Hj Darmawati menambahkan, jaringan Bank Kalbar Syariah meliputi 1 cabang, 4 cabang pembantu, dan 48 layanan syariah. Dalam memimpin Unit Usaha Syariah, ia dibantu 60 staf. Total aset Bank Kalbar Syariah mencapai Rp775 miliar, dengan pembiayaan Rp524 miliar dan DPK Rp252 miliar.
“Semoga ke depan, keinginan Bank Kalbar Syariah untuk spin of atau berdikari dapat terlaksana sesuai rencana. Spin of adalah posisi di mana UUS telah beranjak menjadi BUS atau Bank Umum Syariah,” pungkas Darmawati. (*)
Narasi dan Foto:Corporate Secretary Bank Kalbar

Tidak ada komentar: